

| Beranda |
| Selamat Datang |
| Gambaran Umum Kep. Bangka Belitung |
| Sejarah Pengadilan Agama Pangkalpinang |
| Yurisdiksi |
| Visi dan Misi |
| Galeri Foto |
| Link |
| Struktur Organisasi |
| Profil Pegawai |
| Daftar Urut Kepangkatan |
| DIPA |
| Realisasi Anggaran DIPA |
| Keuangan Perkara |
| PNBP |
| Bagian Keperkaraan |
| Bagian Kepegawaian |
| Bagian Keuangan |
| Bagian Umum |
| Pedoman Perilaku Hakim |
| Pembayaran Panjar Via Bank |
| Pengembalian Sisa Panjar |
| Legislasi Akta cerai |
| Barang Milik Negara |
| Pengaduan Online |
| Alur Pengaduan |
| Prosedur Pengaduan |
| Hak-Hak Pencari Keadilan |
| Hak-Hak Para Pihak |
| Statistik Pengawasan dan Pengaduan |
| Statistik Hukuman Disiplin |
| Struktur Organisasi |
| Profil Pegawai |
| PTA Kep. Bangka Belitung |
| PA Sungailiat |
| PA Tanjungpandan |
| Vonis Bebas Terhadap Terdakwa Korupsi |
|
|
|
| Written by ovaL | |
| Jumat, 30 Desember 2011 | |
|
MA: Vonis Bebas Terhadap Terdakwa Korupsi Tidak SalahTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Putusan bebas yang diberikan seorang Hakim tidak ada yang salah. Terutama dalam persidangan Tipikor. Menurut Ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin A Tumpa, hal tersebut tidaklah salah. "Putusan bebas, terutama dalam perkara Tipikor secara teknis tidak ada yang salah," ujar Harifin A Tumpa kepada media dalam jumpa pers yang digelar di ruang Wiryono, Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (30/12/2011). Harifin kembali menjelaskan, yang menjadi persoalan dan yang menjadi sorotan masyarakat serta menimbulkan pertanyaan yakni adanya pengaruh-pengaruh yang membuat hakim tersebut memutus bebas perkara Korupsi. Namun bisa saja, tambah Harifin A Tumpa, hakim yang memimpin persidangan tersebut tidak cakap atau bodoh sehingga ceroboh dalam membuat keputusan. "Oleh karena itu, hakim yang memeriksa suatu perkara tersebut hanya bisa diperiksa melalui proses upaya hukum," jelas Harifin. |
| < Prev | Next > |
|---|

|
” Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa”.(QS. Al-Ma`idah : 8). |
