PTA Kepulauan Bangka Belitung
Anda disini:  Beranda

Seputar Rakernas : Panitia Tidak Menyediakan Print Out PDF Print E-mail
Written by Radja Alkasim   
Rabu, 14 September 2011

Ketua OC Rakernas MA RI Tahun 2011 Kembali Menegaskan:

Panitia Tidak Menyediakan
Print Out Makalah

Jakarta, Humas Rakernas

Melalui Humas Rakernas Mahkamah Agung 2011, Ketua Organizing Committee, Wahyu Widiana, menekankan kembali bahwa dalam Rakernas kali ini, Panitia tidak menyediakan makalah dalam bentuk print out atau lembaran-lembaran kertas seperti pada Rakernas-rakernas yang lalu.

Sebagaimana disebutkan pada edaran tanggal 19 Juli dan 26 Agustus lalu, Rakernas yang akan diselenggarakan di Jakarta tanggal 18-22 September 2001 ini menerapkan sistem paperless, tanpa kertas.

“Panitia hanya menyediakan Buku Panduan”, kata Wahyu Widiana, sambil menambahkan bahwa makalah dan dokumen lainnya, Panitia menyediakannya pada Portal Rakernas yang sudah disiapkan sejak 3 bulan lalu.

Portal Rakernas ini dapat diakses melalui www.mahkamahagung.go.id dan seluruh website yang dilola oleh unit eselon I Mahkamah Agung.

Peserta Rakernas Tinggal Download dan Print Out Sendiri.

Makalah-makalah Rakernas  kini sudah hampir seluruhnya dipublish pada Portal Rakernas. “Peserta Rakernas dari seluruh Indonesia, sejak sekarang, dapat mengakses dan men’download’ pada laptopnya di tempat tugasnya masing-masing”, ungkap Wahyu Widiana.

Bahkan, tambahnya, para Ketua dan Pansek seluruh pengadilan dari keempat lingkungan yang akan mengikuti Rakernas nanti dapat mem’print out’nya sejak sekarang.

“Jadi, setiap peserta Rakernas nanti bisa membawa makalahnya dalam bentuk softcopy yang terdapat pada laptop atau i-padnya masing-masing, atau dapat juga disamping softcopynya, peserta dapat membawa hardcopynya atau print outnya yang sudah disiapkan sendiri”, jelas Wahyu.

Lebih jauh dari itu, sejak sekarang yang dapat mengakses bahan Rakernas tidak hanya calon peserta saja, tapi juga seluruh keluarga besar pengadilan, bahkan masyarakat luas. Dikatakannya, peserta Rakernas sejak sekarang sudah dapat menerima masukan dan gagasan dari para hakim dan aparat pengadilan lainnya.

MA Sangat Berkomitmen Dengan Pengembangan TI

Pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) kini sudah merupakan suatu keniscayaan sebab akan sangat membantu, mempermudah dan mempercepat pelaksanaan tugas pokok. Tanpa bisa memanfaatkan TI, pelaksanaan tugas akan tersendat.

“Apalagi di lingkungan Mahkamah Agung dan seluruh pengadilan di bawahnya.  Pimpinan MA sudah sangat berkomitmen dengan pemanfaatan TI ini”, ungkap Ketua OC.  Penetapan Pengembangan Teknologi Informasi yang merupakan salah satu point yang disebutkan pada Quick-Wins dalam Reformasi Birokrasi MA merupakan bukti komitmen MA.

Sementara itu, Dr. H. Supandi, SH, MHum,   Hakim Agung yang kini dipercaya sebagai Ketua Steering Committee dalam berbagai kesempatan sering menyatakan bahwa salah satu tanda yang signifikan dalam proses perubahan adalah berubahnya sistem, dari era hardcopy ke era softcopy.

“Era softcopy akan menjadikan cakrawala kita menjadi luas, antara lain dengan memanfaatkan internet, dan akan mempermudah pelaksanaan tugas kita sehari-hari”, tegas Hakim Agung yang enerjik ini.

Rakernas Paperless: Komitmen Bersama

Oleh karena itu, pantaslah jika Penanggung Jawab Rakernas MA RI Tahun 2011, Widayatno Sastro Hardjono, SH, MSc, secara mantap memutuskan Rakernas MA 2011 diselenggarakan dengan menggunakan system paperless dan setiap peserta diwajibkan membawa laptop.

Keputusan ini diambil setelah terlebih dahulu dilakukan presentasi di depan pimpinan MA, seluruh hakim agung dan para pejabat eselon I dan eselon 2, pada suatu Rapat Pleno di Mahkamah Agung.

Penanggung Jawab Rakernas, yang sehari-hari adalah Ketua Muda Pembinaan Mahkamah Agung, selalu aktif memonitor seluruh proses persiapan Rakernas, baik berkaitan dengan tugas-tugas OC maupun SC.

Bahkan lebih jauh dari itu, Ketua Muda yang ke mana-mana kini selalu membawa i-pad, rajin juga secara acak mengechek para pejabat pengadilan di daerah tentang kesiapan mengikuti rakernas, terutama kaitannya dengan pemanfaatan TI.

Pengechekan itu dilakukan juga oleh setiap Direktorat Jenderal, Baik Badilum, Badilag maupun Badilmiltun. Ini penting, untuk meyakinkan bahwa semua informasi sampai ke sasaran, dan setiap calon peserta Rakernas siap mengikuti sistem baru Rakernas ini.

Jangan Khawatir Dengan Penggunaan Laptop Pada Rakernas.

Dari pengechekan itu, masih terdengar adanya kekhawatiran dari peserta mengenai pemanfaatan alat teknologi informasi.

Ketua OC mengharapkan para peserta tidak usah khawatir. Apalagi kalau ada yang akan mewakilkan kepada Wakil Ketua yang ahli di bidang TI, atau bahkan ada yang akan membawa asisten ke tempat Rakernas. “Semua itu mohon tidak usah dilakukan”, pintanya.

“Penggunaan laptop sangatlah mudah dan laptop tidak selalu harus dipakai sepanjang waktu Rakernas”, katanya lagi.

Dikatakan selanjutnya, laptop hanya diperlukan untuk menyimpan data atau materi Rakernas, karena Panitia tidak menyiapkan lembaran-lembaran makalah. “Penyimpanan data pada laptop dapat dilakukan di tempat tugas masing-masing sekarang juga. Paling, tinggal bagaimana membuka data itu. Laptop hanya dipergunakan sewaktu-waktu”, jelasnya lagi.

Bahkan agar nanti pada saat Rakernas tidak ‘direpotkan’ dengan selalu membuka laptop, maka sebaiknya makalah-makalah yang diperlukan dapat diprint out sejak sekarang. Jadi para peserta juga dapat memegang hardcopynya hasil print out sendiri.

Laptop akan diperlukan lagi pada saat Rakernas manakala ada paper yang terlambat diberikan oleh penceramah, atau untuk melihat putusan-putusan Rakernas yang akan disimpan pada Portal. Peserta tinggal mengaksesnya dengan menggunakan laptop.

Jadi, kata Ketua OC, sebagaimana dalam pertemuan-pertemuan paperless yang sudah pernah dilakukan –seperti Konferensi Internasional IACA yang diselenggarakan oleh MA-RI di Bogor Maret lalu- laptop tidak selalu digunakan pada saat pertemuan. Laptop hanya digunakan sewaktu-waktu saja, yaitu apabila diperlukan.

Benarlah apabila Rakernas yang paperless ini dikatakan sebagai momen untuk memasyarakatkan sekaligus mempraktekkan budaya pemanfaatan teknologi di kalangan pejabat MA dan pengadilan se Indonesia.

Di samping itu, sudah barang tentu banyak manfaat yang kita petik. Dengan pemanfaatan TI yang baik, maka Rakernas akan lebih murah, mudah, cepat, efektif dan dapat diikuti oleh seluruh keluarga besar pengadilan, walaupun tidak hadir pada Rakernas.

Akankah manfaat-manfaat itu dapat kita petik? Semuanya tergantung kesiapan dan komitmen kita bersama. (Adli Minfadli Robby).

 

Add comment


Security code
Refresh

< Prev   Next >
Advertisement

Padli Ramli, SH.

Padli Ramli, SH.
Panitera/Sekretaris PA Pangkalpinang

Foto Hakim/Pegawai

Jam Sistem

Tanggal Hijriah


Pengaduan Online

Link Peradilan

link MA


link Putusan MA


link Pembaruan MA


link BADILAG

Kata Kata Mutiara

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa”.(QS. Al-Ma`idah : 8).

 

Foto Kegiatan

01abduh.jpg.jpg