PTA Kepulauan Bangka Belitung
Anda disini:  Beranda

Rapat Evaluasi Akhir Tahun 2009 Ditjen Badilag PDF Print E-mail
Written by Yulia   
Kamis, 31 Desember 2009

Rapat Evaluasi Akhir Tahun 2009 Ditjen Badilag

Jakarta | badilag.net

Menjelang pergantian tahun, Dirjen Badilag Mahkamah Agung, Wahyu Widiana, menghimbau seluruh pejabat dan pegawai Ditjen Badilag agar mengintrospeksi kinerja. “Kita masih banyak kelemahan. Jangan berpuas diri,” ujarnya, dalam rapat evaluasi akhir tahun, di Gedung Badilag, Senin (28/12). Rapat ini dihadiri para pejabat eselon II, III, dan IV serta seluruh pegawai.

Wahyu mengungkapkan, selama tahun 2009, Badilag telah berhasil melaksanakan program-program kerjanya dengan baik. Anggaran tahun 2009 yang berhasil diserap Badilag lebih dari 94 persen. Prosentase itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Lebih dari itu, di antara unit-unit kerja di bawah MA, Badilaglah yang penyerapan anggarannya tertinggi.

Menurut Wahyu, tingginya penyerapan anggaran harus berbanding lurus dengan tingginya kinerja. “Saya tidak mau penyerapan yang tinggi ini tidak menghasilkan impact yang nyata,” tandasnya.

Image

Dari kiri: Zuffran Sabrie (Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama), Wahyu Widiana (Dirjen Badilag),
Farid Ismail (Sekretaris Badilag), dan Hidayatullah (Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama).

Wahyu menambahkan, akhir-akhir ini Badilag kerap mendapat apresiasi positif, bahkan sanjungan, dari sejumlah kalangan. Hal itu merupakan buah kerja keras semua pihak. Dia berharap apresiasi itu dijadikan pelecut semangat, sehingga tidak mudah terlena.


Tahun depan, Wahyu menyerukan agar kegiatan-kegiatan rutin dilaksanakan dengan lebih baik. Dia tidak ingin ada kegiatan yang hidup tak mau, matipun segan. Kuncinya, kata dia, harus ada kontrol dari atasan dan ada kesadaran dari bawahan.

Wahyu juga berpesan agar jajarannya lebih mengembangkan program-program bernilai strategis yang tidak dibiayai DIPA. Kalau hanya terpaku pada program-program yang dibiayai DIPA, aktivitas pegawai akan sangat terbatas sehingga banyak waktu luang yang terbuang.

Selain itu, Wahyu juga mengingatkan, seluruh pekerjaan di Badilag harus didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang ada. Hal-hal yang melawan hukum, sekecil apapun, harus dihilangkan. “Teknisnya, Bapak-bapak dan Ibu-ibu lebih tahu,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama Badilag, Zuffran Sabrie, menyoroti pembuatan laporan pasca-kegiatan. Menurutnya, pembuatan laporan kegiatan harus ditradisikan, tidak hanya menyangkut rincian anggaran, tetapi juga mengenai substansi kegiatan.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Badilag, Hidayatullah, mengingatkan perlunya kekompakan. “Kalau ada masalah, tak perlu dibawa-bawa keluar. Kita selesaikan di dalam dengan baik,” ujarnya. (hermansyah)
Last Updated ( Kamis, 31 Desember 2009 )
 

Add comment


Security code
Refresh

< Prev   Next >
Advertisement

Padli Ramli, SH.

Padli Ramli, SH.
Panitera/Sekretaris PA Pangkalpinang

Foto Hakim/Pegawai

Jam Sistem

Tanggal Hijriah


Pengaduan Online

Link Peradilan

link MA


link Putusan MA


link Pembaruan MA


link BADILAG

Kata Kata Mutiara

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa”.(QS. Al-Ma`idah : 8).

 

Foto Kegiatan

01. drs. h. mohd. abduh hmn, s.h..jpg