

| Beranda |
| Selamat Datang |
| Gambaran Umum Kep. Bangka Belitung |
| Sejarah Pengadilan Agama Pangkalpinang |
| Yurisdiksi |
| Visi dan Misi |
| Galeri Foto |
| Link |
| Struktur Organisasi |
| Profil Pegawai |
| Daftar Urut Kepangkatan |
| DIPA |
| Realisasi Anggaran DIPA |
| Keuangan Perkara |
| PNBP |
| Bagian Keperkaraan |
| Bagian Kepegawaian |
| Bagian Keuangan |
| Bagian Umum |
| Pedoman Perilaku Hakim |
| Pembayaran Panjar Via Bank |
| Pengembalian Sisa Panjar |
| Legislasi Akta cerai |
| Barang Milik Negara |
| Pengaduan Online |
| Alur Pengaduan |
| Prosedur Pengaduan |
| Hak-Hak Pencari Keadilan |
| Hak-Hak Para Pihak |
| Statistik Pengawasan dan Pengaduan |
| Statistik Hukuman Disiplin |
| Struktur Organisasi |
| Profil Pegawai |
| PTA Kep. Bangka Belitung |
| PA Sungailiat |
| PA Tanjungpandan |
| Promosi dan Mutasi Pejabat Badilag |
|
|
|
| Written by rizal | |
| Rabu, 26 Mei 2010 | |
Dua Direktur dan Kasubdit Mutasi Hakim Badilag BergantiJakarta l badilag.net Promosi dan mutasi pejabat struktural Mahkamah Agung kembali bergulir. Di Ditjen Badilag, dua pejabat eselon II dan enam pejabat eselon III berganti. Mereka dilantik Sekretaris MA, Drs. H. Rum Nessa, MH, di Gedung MA, Selasa (25/5/2010). “Promosi dan mutasi ini berdasarkan keputusan rapat Baperjakat. Sekretaris MA kemudian meminta pertimbangan pimpinan MA. Ini adalah hasil pertimbangan Ketua MA,” ujar Rum Nessa, ketika memberi sambutan. Di tingkat eselon II Badilag, posisi Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama kini diduduki H. Sayed Usman, SH. Dia menggantikan Drs. H. Hidayatullah MS, MH, yang kini mendapat jabatan baru sebagai Direktur Pranata dan Tata Laksana Perkara Perdata Agama. Di level eselon III, posisi Kasubdit Mutasi Hakim dipercayakan kepada Sunarto, SH, MH. Dia berganti posisi dengan Arjuna, SH, MM, yang kini menjadi Kasubdit Pengembangan Tenaga Teknis Peradilan Agama. Masih di level eselon III, terjadi promosi-mutasi yang menyerupai pola segi empat. Drs. H. Razali M Yusuf, MM sekarang menjadi Kasubdit Syariah. Dia menggantikan Drs. Yusrizal, MH yang mendapat jabatan baru sebagai Kasubdit Peninjauan Kembali Perdata Agama. Yusrizal menggeser posisi Iis Nawangsari, SH yang kini ditempatkan sebagai Kasubdit Kasasi Perdata Agama. Posisi Iis ini sebelumnya diduduki Umiyati, SH, yang kini menjabat Kasubdit Tata Kelola—posisi yang sebelumnya ditempati Razali M Yusuf. Formasi petinggi Badilag terbaru. Dari kiri: Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Sayed Usman, Sekretaris Badilag Farid Ismail, Dirjen Badilag Wahyu Widiana, Direktur Pranata dan Tata Laksana Perkara Perdata Agama Hidayatullah MS, dan Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama Zuffran Sabrie. Dirjen Badilag Wahyu Widiana menyampaikan selamat kepada para pejabat yang baru saja dilantik. “Saya dan teman-teman Badilag mengucapkan selamat datang kepada pejabat baru, dan terima kasih kepada pejabat lama atas segala pengabdiannya,” kata Dirjen. Wahyu Widiana juga menepis rumor yang menyatakan promosi dan mutasi ini tidak berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. “Promosi dan mutasi ini semata-mata penyegaran saja. Ini bukan masalah jabatan basah atau kering. Kita terbuka saja,” ungkapnya. Sayed Usman mengaku bahagia menduduki jabatan barunya di lingkungan peradilan agama. Meski terakhir kali mengabdi di Balitbang Diklat Kumdil MA, Sayed Usman sejatinya adalah warga peradilan agama. “Mudah-mudahan saya tidak mengecewakan Bapak Dirjen dan Badilag yang sudah harum namanya. Mudah-mudahan kehadiran saya bisa menambah harum Badilag,” kata mantan Ketua PA Jakarta Timur ini. Sementara itu, Hidayatullah MS juga menyatakan siap mencurahkan pikiran dan tenaganya sebagai Direktur Pratalak. Meski demikian, dia mengaku ingin mempelajari lebih jauh posisi barunya itu. “Saya mau ngaji ke Pak Zen dulu,” ungkapnya. Pak Zen yang dia maksud adalah Drs. H. Zainuddin Fajari, mantan Direktur Pratalak yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua PTA Jakarta. (hermansyah) |
| < Prev | Next > |
|---|

|
” Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa”.(QS. Al-Ma`idah : 8). |
