“Pojok Pak Dirjen”, Menu Terbaru Badilag.net Jakarta l Badilag.net Dirjen Badilag Wahyu Widiana sepertinya tak pernah kehabisan ide kreatif. Ada saja gagasan unik yang digulirkan Dirjen yang setahun lagi bakal purnabhakti ini. Yang terbaru, Pak Wahyu—demikian sapaannya—bertekad menulis secara rutin di Badilag.net. Buah pikir itu akan tayang tiap hari Selasa. Pembaca setia Badilag.net bisa menemukannya dengan mengklik banner bertuliskan “Pojok Pak Dirjen”. Menu “Pojok Pak Dirjen” itu didesain untuk menampung tulisan-tulisan Pak Wahyu yang berisi sisi lain kesehariannya selaku orang nomor satu di Badilag. Bisa dibilang, tulisan-tulisan yang hendak dibagi Pak Wahyu adalah “untold story”, yakni kisah-kisah yang selama ini tak banyak yang mengetahuinya kecuali Pak Wahyu sendiri dan orang-orang tertentu. Edisi perdana “Pojok Pak Dirjen” tayang hari ini (25/10/2011). Di kesempatan pertama ini, Pak Wahyu menyuguhkan tulisan berjudul “Ke Kantor Naik Kereta Api dan Ojek”. Dari segi gaya, tulisan tersebut menggunakan teknik bertutur dengan sudut pandang orang pertama (saya) sehingga enak dibaca Sementara dari segi isi, tulisan tersebut bermuatan cerita Pak Wahyu yang sangat tidak biasa dan tentu saja mengagetkan. Mari kita simak paragraf berikut ini: Tapi, nampaknya kebiasaan yang saya nikmati itu banyak orang yang menganggap aneh, mempertanyakannya bahkan melarangnya. Melihat komentar-komentar seperti itu, sayapun khawatir apa yang saya lakukan merusak muru’ah kantor. Saya tanya beberapa kawan dekat di kantor. Mereka pada umumnya menganggap tidak apa-apa. Hanya ada yang menyarankan agar dari Stasion Manggarai ke kantor jangan menggunakan Ojek karena mereka merasa tidak enak dengan para tamu. Saran itu saya ikuti, untuk menghormat pemberi saran. Akhirnya saya menggunakan taksi, walau harus lebih lama sedikit dibandingkan naik Ojek. Kami yakin para pembaca setia Badilag.net ingin membaca kisah-kisah sisi lain Dirjen kita. Jadi, tunggu apa lagi? Mari kita segera meluncur ke “Pojok Pak Dirjen”.
|