

| Beranda |
| Selamat Datang |
| Gambaran Umum Kep. Bangka Belitung |
| Sejarah Pengadilan Agama Pangkalpinang |
| Yurisdiksi |
| Visi dan Misi |
| Galeri Foto |
| Link |
| Struktur Organisasi |
| Profil Pegawai |
| Daftar Urut Kepangkatan |
| DIPA |
| Realisasi Anggaran DIPA |
| Keuangan Perkara |
| PNBP |
| Bagian Keperkaraan |
| Bagian Kepegawaian |
| Bagian Keuangan |
| Bagian Umum |
| Pedoman Perilaku Hakim |
| Pembayaran Panjar Via Bank |
| Pengembalian Sisa Panjar |
| Legislasi Akta cerai |
| Barang Milik Negara |
| Pengaduan Online |
| Alur Pengaduan |
| Prosedur Pengaduan |
| Hak-Hak Pencari Keadilan |
| Hak-Hak Para Pihak |
| Statistik Pengawasan dan Pengaduan |
| Statistik Hukuman Disiplin |
| Struktur Organisasi |
| Profil Pegawai |
| PTA Kep. Bangka Belitung |
| PA Sungailiat |
| PA Tanjungpandan |
| Pengadilan Agama Tual |
|
|
|
| Written by ovaL | |
| Jumat, 28 Oktober 2011 | |
Dari Pojok Indonesia Mengharumkan Peradilan Agama
Jakarta l Badilag.net Berada di pojok nusantara, dikelilingi luasnya samudera, dan tidak seberapa jauh dengan Australia. Begitulah Kota Tual, yang berada di wilayah propinsi Maluku. Rabu (26/10/2011), Dirjen Badilag Wahyu Widiana mengunjungi kota itu untuk memberikan pembinaan dan pengarahan di hadapan pimpinan, para hakim dan pegawai PA Tual. Ketua PTA Ambon Drs. Djufri Ghalib, SH, MH, hadir pula dalam acara ini. “Alhamdulillah, saya bersyukur. Keinginan saya yang besar untuk mengunjungi kawan-kawan di Tual tercapai juga,” ujar Dirjen. Ya, meskipun jarak Jakarta-Tual terbilang jauh, bagi Dirjen Badilag, PA Tual terasa dekat. “Saya sering membaca berita tentang PA Tual melalui internet,” ungkap Dirjen. Berita-berita itu juga punya kemungkinan dibaca masyarakat internasional karena internet bisa diakses di mana saja. Tidak hanya itu, Dirjen juga mengaku sering mempromosikan keberhasilan PA Tual. “Tual ini sering kami ‘jual’ ke mana-mana, terutama website-nya. Maksud kami supaya PA-PA lain di wilayah ‘tengah’ jadi termotivasi. Tual yang di pojokan Indonesia saja sudah maju, mestinya di tempat lain harus lebih maju,” tuturnya.
Kontras dengan kondisi gedung yang mungil dengan fasilitas serba terbatas, website PA Tual justru tampil mentereng. ‘Gedung maya’ itu dikelola dengan baik dan kontennya disesuaikan dengan standar yang baku. SIADPA juga berjalan baik. SIMPEG yang berbasis online, meski jaringan internet kerap bermasalah di Kota Tual, juga sudah diakrabi oleh para hakim dan pegawai. “Saya senang, PA Tual ini walaupun gedungnya seperti ini tidak jadi masalah,” kata Dirjen. PA Tual memang masih menempati gedung lama. Gedung ini hanya berukuran 200 meter persegi. Karena keterbatasan ruang, bahkan ruang sidang yang hanya satu dimanfaatkan juga untuk ruang rapat dan tempat sholat. Tetapi keterbatasan gedung itu ternyata tidak menjadi masalah besar buat PA Tual untuk mengimplementasikan program-program prioritas pembaruan yang dicanangkan Badilag. Salah satunya bisa dilihat dari penataan ruangan dan layanan meja informasi.
Di PA Tual, aparat pengadilan dan masyarakat pencari keadilan dikondisikan untuk tidak bertemu, apalagi berbaur. Tempat parkir kendaraan sengaja dipisah. Pintu masuk juga dibedakan. Aparat pengadilan masuk dari pintu depan, sedangkan masyarakat pencari keadilan masuk melalui pintu belakang. Masyarakat hanya bertemu dengan aparat yang memang tugasnya adalah melayani masyarakat secara langsung sebagaimana aturan yang berlaku. “Pelayanan publik di sini sudah bagus. Yang berperkara dengan aparat tidak bersinggungan. Sudah memenuhi prinsip-prinsip pelayanan yang kita kembangkan,” kata Dirjen. Meja Informasi juga sudah beroperasi di sini. Petugas informasi terdiri dari dua orang, yaitu Yenni Lestari S.Kom dan Gunawan, A. Md. Dua orang ini juga menggawangi website dan SIADPA.
Yang menarik, meja informasi di PA Tual sudah beroperasi sejak Mei 2011, atau dua bula sebelum Dirjen Badilag mengeluarkan SK No. 0017/2011 tentang Pedoman Pelayanan Meja Informasi di Lingkungan Peradilan Agama. Sosialisasi mengenai standar pelayanan publik juga telah dilakukan oleh Ketua PA Tual Drs. Tamat Zaifudin, MH kepada seluruh hakim dan pegawai. Dalam memberikan pelayanan, setiap pegawai diharuskan untuk melakukan “Lima S”, yaitu senyum, salam, sapa, sopan dan santun. Khusus mengenai pembudayaan teknologi informasi, Ketua PA Tual lebih menekankan lagi. “Saya ‘paksa’ seluruh pegawai untuk mengerti komputer. Bahkan gara-gara itu, banyak pegawai yang kredit laptop. Uang makan dialihkan jadi uang laptop,” ujarnya.
Ketua PTA Ambon mendukung pebuh upaya yang dilakukan Ketua PA Tual. “Kalau kesempatan ini tidak kita gunakan, kita akan jadi orang tertinggal. IT ini keunggulan kita,” tandasnya. Dan kini, setelah melihat langsung keadaan PA Tual, Dirjen tidak lupa memberikan pujiannya. “Saya mengapresiasi kawan-kawan di PA Tual atas dedikasinya, kerjasamanya, sehingga mengharumkan peradilan agama,” kata Dirjen.
|
| < Prev | Next > |
|---|

|
” Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa”.(QS. Al-Ma`idah : 8). |
