PTA Kepulauan Bangka Belitung
Anda disini:  Beranda

Paparan Dirjen dalam Diklat Manajemen Peradilan PDF Print E-mail
Written by Radja Alkasim   
Jumat, 30 September 2011

Dirjen Badilag di Hadapan Peserta Diklat Manajemen Peradilan:

Komitmen Pimpinan, Faktor Penentu Perubahan

Megamendung l Badilag.net

“Perubahan menuju peradilan Indonesia yang agung akan tercapai jika komitmen pimpinan peradilan seluruh Indonesia terhadap perubahan ini  kuat dan konsisten”.

Itulah salah satu kata kunci yang disampaikan Dirjen Badilag Mahkamah Agung, Wahyu Widiana, di depan para peserta Diklat Manajemen Peradilan, yang diikuti 25 orang pimpinan pengadilan tingkat pertama dari keempat lingkungan peradilan, kemarin (26/9) siang, di kampus Diklat Mahkamah Agung, Mega Mendung, Bogor.

Dirjen menyatakan jika pimpinan pengadilan mempunyai komitmen yang kuat, maka seluruh ‘gerbong’ pengadilan akan terbawa. “Pimpinan sangat berperan kuat dalam mempengaruhi seluruh aparat dalam melakukan perbaikan-perbaikan di lingkungan masing-masing”, tegasnya.

Oleh karena itu, sebagai pejabat di Mahkamah Agung, Dirjen  minta  seluruh pimpinan dari keempat lingkungan peradilan agar mempunyai perhatian yang besar dalam melaksanakan program-program pembaruan yang telah dicanangkan dan digodok di Mahkamah Agung.

“Tanpa perhatian dan keterlibatan secara langsung dari para pimpinan di daerah, program pembaruan Mahkamah Agung tidak akan berjalan lancar”, Dirjen mengingatkan.

Dari kiri : Dr. Tin Zuraida, SH., M.Kn., Kepala Pusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan, Dr. H. Syarifuddin, SH., MH., Pymt Kepala Balitbang Diklat Kumdil, IG Agung Sumanatha, SH., MH., Kepala Pusdiklat Teknis Kumdil, saat pembukaan.

Pimpinan Harus Menjadi Teladan

Komitmen yang kuat dari pimpinan, kata Dirjen, akan menjadikan seluruh aparat pengadilan bergerak melakukan perbaikan-perbaikan. Syaratnya satu, katanya lagi,  “pimpinan harus menjadi teladan”.

Pimpinan harus menjadi orang yang pertama dan berdiri paling depan dalam menegakkan disiplin, melakukan perubahan dan meninggalkan paradigma lama yang tidak sesuai dengan jiwa perubahan. “Kalau pimpinan sudah  menjadi teladan, maka hakim, aparat lainnya dan seluruh pegawai akan dengan mudah mengikuti jejak pimpinannya”, tegasnya lagi.

“Sebaliknya, jika pimpinan hanya bicara saja, tanpa sikap dan langkah kongkrit memberi contoh, percayalah, perubahan tidak akan terjadi”, kata Dirjen.

Seperti yang sering dikemukakannya dalam berbagai kesempatan,  Dirjen menegaskan kembali bahwa pimpinan adalah ‘motor penggerak roda organisasi’. “Bahkan dalam International Framework for Court Excellence, disebutkan bahwa pimpinan adalah ‘driver’. Jadi, maju dan tidaknya sebuah organisasi tergantung kepada pimpinan”, tegasnya lagi.

Dalam penyampaian makalah yang berjudul “Akses Terhadap Keadilan dan Manajemen Perubahan”, Dirjen juga menyebut faktor-faktor lainnya yang menentukan  keberhasilan suatu perubahan.

Di antara faktor-faktor itu adalah keterlibatan seluruh aparat peradilan, konsistensi dan kreatifitas, keikutsertaan ‘stakeholders’, pemanfaatan sumber daya yang tersedia, penerapan ‘reward & punishment’, dan sistem monitoring & evaluasi yang efektif.

Peserta tampak serius mengikuti diklat.

Pembudayaan Teknologi Informasi (TI) dalam Manajemen Perubahan.

Dirjen, yang baru saja bertindak sebagai Ketua OC dalam Rakernas MA yang ‘paperless’ itu, menekankan pentingnya pemanfaatan TI untuk melaksanakan perubahan. “Rasanya, tanpa memanfaatkan TI, kini, jalannya perubahan akan sangat tersendat”, ungkapnya.

TI memang bukan segala-galanya, lanjut Dirjen, dan yang paling penting adalah SDMnya, namun pemanfaatan TI sekarang sudah menjadi suatu keniscayaan. Penggunaan TI, kini, sudah masuk ke berbagai aspek kehidupan. “Pemanfaatan TI yang benar dan tepat akan mempermudah, mempermurah dan mempercepat pencapaian tujuan”, katanya.

Rakernas MA 2011 yang baru saja dilaksanakan adalah salah satu yang dicontohkan Dirjen, betapa manfaatnya pemanfaatan TI. Dengan memanfaatkan TI, Rakernas dapat terselenggara dengan lebih murah, lebih mudah, dan –logikanya-  lebih efektif, sebab dapat diikuti oleh semua warga peradilan, sekalipun tidak hadir di tempat Rakernas.

Ketua Mahkamah Agung, Dr. H. Harifin A Tumpa, SH, MH, sangat mengapresiasi keberhasilan Rakernas 2011 yang penuh aroma TI.  Hal itu terlihat dari sambutannya saat menutup Rakernas Akbar yang diikuti oleh hamper 2.000 orang ini.

Dirjen, di depan para peserta Diklat pimpinan itu, sempat menayangkan pernyataan Dr. Dory Reiling, Hakim Pengadilan Tingkat Pertama Amsterdam yang ditulis dalam bukunya “Technology for Justice, How Information Technology can Support Judicial Reform”, hal 16, yang berbunyi: “Information Technology is the most striking  factor  in changing the world in our era”.

Badilag.net sangat setuju dengan apa yang dikemukakan Dirjen. Tegasnya, TI adalah suatu alat yang sangat membantu proses perubahan. Namun, TI adalah tetap TI, suatu alat, yang penggunaannya tergantung SDM yang menggunakannya. Jadi, yang lebih penting dan menentukan adalah manusia: komitmennya, ketrampilannya dan integritasnya. Wallohu ‘alam. (Adli Minfadli Robby).

 

Add comment


Security code
Refresh

< Prev   Next >
Advertisement

Padli Ramli, SH.

Padli Ramli, SH.
Panitera/Sekretaris PA Pangkalpinang

Foto Hakim/Pegawai

Jam Sistem

Tanggal Hijriah


Pengaduan Online

Link Peradilan

link MA


link Putusan MA


link Pembaruan MA


link BADILAG

Kata Kata Mutiara

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa”.(QS. Al-Ma`idah : 8).

 

Foto Kegiatan

01abduh.jpg.jpg