

| Memahami Isi Kandungan Risalah Umar Ibn Al-Khattab |
|
|
|
| Written by Drs. H. M. Yamin Awie, SH, MH. | |
| Minggu, 23 Maret 2008 | |
|
Risalah Umar Ibn Al-Khattab امّا بعد, فانّ القضاء فريضة محكمة وسنّة. فافهم إذاأُدليَا إليك وانفذإذا تبيّن لك, فانّه لا ينفع تكلّم بحقّ لا نفذله. اس النّاس فى مجلسك وفى وجهك وقضاءك حتّى لا يطمع شريف فى حيفك ولا ييأس ضعيف من عدلك البيّنة على المدّعى واليمين على من انكر, والصّلح جاءزبين المسلمين إلاّ صلحاأحل حراماً أوحرّم حلالا, ومن ادّعى حقاّغاءباأوبيّنة فاضرب له أمداينتهى اليه فإن بيّنه أعطيته بحقّه وإن أعجزه ذلك استحللت عليه القضيّه, فإنّ ذلك هو أبلغ فى العذر وأجلى للعماء, ولا يمنعنّك قضاء قضيت فيه اليوم فراجعت فيه رأيك فهدبت فيه لرسدك ان تراجع فيه الحقّ, فإنّ الحقّ قديم لايبطله شيء ومرجعة الحقّ خير من التّمادى فى الباطل. والمسلمون عدول بعضهم على بعض إلاّ مجرّبا عليه شهادة زورأومجلودًا فى حدّ أوظنيناً فى ولاء أوقرابة قإنّ الله تعالى تولّى من العباد السّّراء ر وستر عليهم الحدود إلاّ بالبيّنات والأيمان. ثمّ افهمَ الفهمَ فيمااُدليَ إليك ممّا وردعايك ممّا ليس فى القران ولا سنّة , ثمّ قايس الأمورعند ذلك, واعرف الأمثال ثمّ اعمد فيما ترى إلى أحبّها إلى الله وأشبههاباحقّ. وايّاك والغضب والقلق والضّجروالتأذّي بالنّاس والتنكّرعند الخصومة أوالخصوم فانّ القضاء فى مواطن الحقّ ممّا يوجب الله به الأجرويحسن به الذّكرفمن خلصت نيّته فى الحقّ ولوعلى نفسه كفاه الله مابينه وبين الناس. ومن تزيّن بما ليس فى نفسه شانه الله فانّ الله تعالى لايقبل من العباد إلاّ ماكان خالص
(TENTANG PENTINGNYA ARTI SUATU PUTUSAN PENGADILAN DAN EKSEKUSI) Mengingat pentingnya arti suatu putusan Pengadilan, jangan sampai putusan yang dijatuhkan oleh hakim itu terkesan asal-asalan sehingga merugikan sipencari keadilan maka : فافهم إذاأُدليَا إليك وانفذإذا تبيّن لك sebelum memeriksa suatu perkara pelajarilah / pahamilah benar - benar perkara tersebut, setelah benar-benar paham selesaikanlah perkara tersebut dengan seadil-adilnya dan INGAT ! jangan sampai putusan yang dijatuhkan tersebut sia-sia (tidak dapat dilaksanakan) misalnya karena batas-batas objek sengekata yang tidak jelas (contoh kasus Meruya Jakarta Barat)
(ASAS AUDI ET ALTERAM PARTEM) Perlakukanlah para pihak itu sama dihadapan Majelismu, jika kepada pihak Penggugat diberikan kesempatan untuk mengutarakan sesuatu guna membela kepentingannya, maka berikanlah pula kesempatan yang sama kepada Tergugat guna membela kepentingannya, jika kepada Penggugat diberikan kesempatan untuk mengajukan bukti tentang kebenaran dalilnya, maka kepada Tergugatpun harus diberikan kesempatan untuk membuktikan kebenaran bantahannya.
(PS. 283 R.Bg / 163 HIR)
(KEWAJIBAN MENDAMAIKAN). Sebelum memeriksa pokok perkara Hakim wajib mendamaikan pihak yang bersengketa, jika telah terjadi perdamaian maka selesaikanlah perkara tersebut dengan damai. Tapi harus diingat "Tidak ada perdamaian untuk mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram"
(MENGATUR PERSIDANGAN ADALAH HAK HAKIM DAN TENTANG ASAS / DOKTRIN MENGENAI PEMBUKTIAN) Hakim berkewajiban untuk mengatur / mengendalikan jalannya persidangan tapi jangan sampai terkesan arogan, berikanlah kesempatan yang cukup kepada para pihak untuk membela kepentingannya.
(PEMERIKSAAN ULANGAN / BANDING, KASASI ATAU PENINJAUAN KEMBALI DIBENARKAN DALAM ISLAM / SESUAI DENGAN AJARAN ISLAM ) Kebenaran dan keadilan adalah diatas segala-galanya, maka jika seseorang tidak puas dengan putusanmu saat ini, maka janganlah engkau halangi mereka untuk mengajukan upaya hukum; banding, kasasi atau mengajukan upaya hukum luar biasa seperti Peninjauan Kembali.
(AKHLAK SAKSI HARUS JADI PERTIMBANGAN HAKIM UNTUK MENERIMA KESAKSIAN SESEORANG, DAN HAKIM HANYA BERKEWAJIBAN MELIHAT YANG TAMPAK BUKAN APA YANG ADA DALAM HATI SESEORANG) Untuk membuktikan kebenaran dalilnya bagi Penggugat atau menguatkan dalil bantahannya bagi Tergugat, mungkin mereka akan mengajukan saksi-saksi dalam persidangan. Ingat walaupun saksi tersebut telah mengangkat sumpah sebelum memberikan kesaksiannya dalam persidangan, namun sebagai seorang hakim harus jeli dalam menilai kesaksiannya serta akhlak saksi sangat menentukan diterima atau tidak kesaksiannya.
(HAKIM HARUS BERANI BERIJTIHAD, DAN BOLEH MENGAMBIL CONTOH DARI YURISPRUDENSI SERTA WAJIB MENGGALI HUKUM YANG HIDUP DIMASYARAKAT ATAU MENGUTAMAKAN RASA KEADILAN) Hakim bukan corong undang-undang, seorang hakim harus berani berijtihad, seorang hakim wajib menggali hukum yang hidup dimasyarakat dan seorang hakim harus benar-benar bertindak sebagai penegak keadilan bukan hanya sekedar sebagai pelaksana peraturan perundang-undangan.
(SEORANG HAKIM WAJIB MENGUNDURKAN DIRI JIKA YANG AKAN DIADILINYA ADALAH MUSUHNYA ATAU SEBALIKNYA) Seorang hakim agar jangan memutus suatu perkara disaat ia sedang marah, atau disaat ia sedang sangat lapar sehingga dapat mempengaruhi pikiran dan tindakannya. Hakim selalu dituntut selalu ikhlas dalam memutus suatu perkara (tanpa pamrih)
( SEORANG HAKIM DALAM MELAKSANAKAN TUGASNYA HARUS DIDASARI KEIKHLASAN DAN TANPA PAMRIH / HARAM BAGI SEORANG HAKIM DALAM MENGADILI SUATU PERKARA / MEMUTUSKAN PERKARA BERDASARKAN PESANAN / KARENA SUAP, INGAT KITA SEMUA NANTINYA AKAN DISIDANGKAN DIHADAPAN HAKIM YANG MAHA AGUNG DAN MAHA ADIL YAITU ALLAH SWT) |
|
| Last Updated ( Senin, 24 Maret 2008 ) |
| < Prev | Next > |
|---|

|
” Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa”.(QS. Al-Ma`idah : 8). |
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
