PTA Kepulauan Bangka Belitung
Anda disini:  Beranda

Mantan Pimpinan KPK Terkesan dengan Peradilan Agama PDF Print E-mail
Written by Yulia   
Kamis, 20 Oktober 2011

Mantan Pimpinan KPK Terkesan dengan Peradilan Agama

                                                                                       Image 

Jakarta l Badilag.net

Mantan Wakil Ketua KPK periode 2003-2007, Amien Sunaryadi, mengaku terkesan dengan berbagai kemajuan yang dicapai peradilan agama, terutama dalam hal manajemen perkara, pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) dan implementasi program justice for the poor.

“Kami sangat tertarik membuat cerita mengenai kesuksesan pengembangan SIADPA,” tutur Amien, yang kini berkiprah di World Bank sebagai Senior Operations Officer, ketika bertemu dengan Dirjen Badilag Wahyu Widiana, Senin (17/10/2011).

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Dirjen Badilag ini, Amien didampingi Egi Sutjiati, seorang konsultan pada proyek Change for Justice. Egi juga merupakan asisten teknis untuk Mahkamah Agung RI.

 

Amien mengungkapkan, cerita mengenai kesuksesan pengembangan SIADPA itu dapat dijadikan semacam inspirasi untuk institusi lainnya, baik institusi penegak hukum maupun bukan.

“Replikasi itu penting,” tandas Amien. Dengan replikasi, maka kesuksesan di satu tempat bisa ditularkan ke tempat lain.

Dirjen Badilag pun memberi lampu hijau. “Kami menyambut baik rencana pendokumentasian itu,” ujarnya.

Dari SIADPA, Amien beralih ke soal pemanfaatan TI di peradilan agama secara umum. Kepada Dirjen Badilag, pria yang ahli di bidang komputer forensik ini bertanya perihal ‘resep’ keberhasilan pengembangan TI di peradilan agama.

“Yang paling penting adalah komitmen,” ujar Dirjen. Selain itu, Dirjen menegaskan, mengaitkan komitmen itu dengan karir juga penting dan berdampak.

Amien segagasan dengan Dirjen Badilag. Menurutnya, perubahan pola pikir (mind set) merupakan kunci keberhasilan pemanfaatan TI. “Kalau mind set sudah berubah, jalannya cepat,” tandasnya.

Ia pun bercerita bagaimana pembudayaan TI di PT Timah. Di tempat itu, TI dipakai untuk berbagai keperluan, termasuk untuk undangan rapat, yaitu melalui e-mail. Mereka yang acuh terhadap perubahan ini ternyata sering mendapat pengalaman buruk. Mereka kerap tidak hadir dalam rapat karena tidak tahu ada surat undangan via e-mail. Hal ini berdampak pada pekerjaan, bahkan karir mereka. Menyadari hal ini, akhirnya para karyawan di PT Timah berlomba untuk membudayakan TI.

“Teknologi itu mudah. Yang susah adalah orangnya,” Tokoh Anti-Korupsi Tahun 2007 pilihan majalah TEMPO itu mengambil kesimpulan.

Perbaiki citra Indonesia di mata internasional

Dalam kesempatan ini Amien juga menyinggung pandangan masyarakat internasional terhadap Indonesia, khususnya dalam hal penegakan hukum.

“Berdasarkan World Government Index, salah satu kelemahan kita adalah di sektor justice,” ungkap Amien. Yang dimaksud sektor justice bukan hanya pengadilan, tetapi akses terhadap keadilan secara luas.

Berkaitan dengan hal ini, menurut Amien, penting agar masyarakat internasional mendapatkan informasi yang komprehensif mengenai bantuan hukum yang telah dikembangkan peradilan agama yang terdiri dari fasilitas prodeo, sidang keliling dan posbakum.

Lebih lanjut, Amien mengatakan, banyaknya masyarakat miskin yang terbantu oleh peradilan agama dalam mengakses keadilan adalah informasi penting yang perlu disebarkan ke seluruh dunia. Jika itu dilakukan, tak tertutup kemungkinan, index indonesia yang rendah di sektor justice akan kian membaik.

Last Updated ( Kamis, 20 Oktober 2011 )
 

Add comment


Security code
Refresh

< Prev   Next >
Advertisement

Padli Ramli, SH.

Padli Ramli, SH.
Panitera/Sekretaris PA Pangkalpinang

Foto Hakim/Pegawai

Jam Sistem

Tanggal Hijriah


Pengaduan Online

Link Peradilan

link MA


link Putusan MA


link Pembaruan MA


link BADILAG

Kata Kata Mutiara

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa”.(QS. Al-Ma`idah : 8).

 

Foto Kegiatan

10pansek m tarmizi r.jpg