

| Keistimewaan Bulan Ramadhan |
|
|
|
| Written by Anthon (DPhe'z) | |
| Rabu, 03 September 2008 | |
KEISTIMEWAN BULAN RAMADHANOleh : Drs. Kemil Umar Esa, SH.( Wakil Ketua Pengadilan Agama Pangkalpinang ) ![]() Drs. Kamil Umar Esa, SH. "Puasa itu untuk Ku dan Aku yang akan membalasnya"Dari hadist ini tidak tampak kwalitatif dan kwantitatif ganjaran ibadah puasa, akan tetapi hendaklah kita pahami sebagai petunjuk yang merupakan motivasi bagi mukmin untuk mencari kebaikan secara maksimal di bulan berkah ini. Ramadhan sebagai sayyidus syuhur yang didalamnya tersimpan BUSA PAHALA. Seluruh aktifitas positif mukmin akan mendapat ganjaran berlipat ganda dari Allah SWT, bahkan diam dan tidur seorang mukmin tak luput dari perhitungannya. Seluruh kitab suci diturunkan di bulan Ramadhan, diwajibkan puasa sebulan penuh, terdapat shalat tarawih, ada Lailatul Qadr dan zakat fitrah, demikian keistimewaan bulan Ramadhan secara umum. Keistimewaan bulan Ramadhan yang dapat kita pahami dari intisari khutbah Rasulullah SAW antara lain pada pokoknya adalah sebagai berikut :
Dan keistimewaan Ramadhan juga tergambardari hadist Rasulullah SAW dan riwayat Abu Hurairah RA yang artinya : "Ketika ramadhan tiba, maka pintu surga dibuka, dan pintu neraka ditutup dan syetan-syetan dibelenggu"Kalau boleh dikatakan keistimewaan puasa di bulan Ramadhan yaitu dari sisi perintah pelaksanaannya, di mana jika hukum yang tertua adalah hukum perkawinan, karena diterapkan sejak Nabi Adam AS, sedangkan puasa adalah ibadah tertua. Menurut Ibnu Katsir bahwapuasa pertama kali disyari'atkan pada zaman Nabi Nuh AS, kemudian pada zaman Nabi Musa berpuasa empat puluh hari dan pada permulaan Islam mereka berpuasa tiga hari setiap bulannya. Keistimewaan lainnya bulan Ramadhan sebagaimana dijelaskan Hadist Rasulullah SAW yang artinya sebagai berikut : sesungguhnya umatku mendapat lima anugerah yang tidak pernah diperoleh umat sebelumnya :1. ketika malam pertama ramadhan, allah memandang mereka dengan pandangan kasih sayang, dan barang siapa yang dipandang allah dengan kasih sayang, maka tidak akan mendapatkan siksaan sesudahnya untuk selamanya.2. allah memerintahkan malaikat untuk memohonkan ampun bagi mereka.3. bahwa aroma yang keluar dari mulut orang yang berpuasa lebih wangi dari minyak kasturi di sisi allah swt.4. allah berfirman kepada surga supaya berhias dan menyambut kedatangan hamba-hamba yang beriman.5. allah akan mengampuni segala dosa mereka.Agar kita memperoleh keistimewaan itu, maka kita harus berhati-hati agar Ramadhan ini tidak menjadi sia-sia. Puasa akan sia-sia, karena pengaruh :
Menurut Imam Al Ghazali bahwa seseorang yang dapat mengendalikan dua pengaruh itu, maka puasanya disebut puasa KHOWASUL KHOWAS. Artinya jangan sampai Ramadhan hanya menjadi sarana pameran kesalehan secara massal yang penuh dengan kepura-puraan atau menjadi bulan KONSUMERISME. Ibu Katsir menyatakan bahwa puasa adalah sarana untuk membersihkan badan dan mempersempit pengaruh syetan, jadi puasa harus dapat mengalahkan nafsu. Dari sebab nafsu dikendalikan syetan dan ibli, maka nafsu dapat mengalahkan akal manusia, sebagaimana terjadi pada Nabi Adam AS da isterinya Siti Hawa yang terusir dari surga, karena bisikan syetan. Ramadhan merupakan aktivitas fisik dan penggemblengan spiritual, pembersih badan dan mempersempit pengaruh syetan, sehingga dengan berpuasa kita akan menemukan kesejatian makna hidup. Jika harta merupakan racun, maka zakat menjadi penawarnya.Jika seluruhumur berlumuran dosa, maka tobat sebagai pembersihnya.Jika seluruh bulan ada noda, maka Ramadhan pemutihnya. Puasa merupakan media pelatihan KEIKHLASAN, KESABARAN dan KESUNGGUHAN, sesuai dengan tujuan essensial ibadah puasa yaitu menguji keimanan dan ketakwaan. Apabila puasa kita laksanakan dengan 3 K, keikhlasan, kesabaran dan kesungguhan, Insya Allah akan dapat membangun mental positif. Puasa akan menghapus sifat serakah, tetapi membentuk sifat qona'ah.Puasa akan menghilangkan sifat kikir, tetapi menimbulkan sifat dermawan.Puasa akan mendidik kejujuran.Puasa akan mengatur ketertiban dan keamanan.Puasa akan membentuk pemimpin yang amanah.Puasa akan melatih seseorang untuk berlaku adil.Puasa akan membangun jiwa sosial.Puasa akan membina Akhlaqul Karimah. Jika Ramadhan kita ibaratkan lautan luas, yang didalamnya tersimpan beraneka ragam mutiara kemuliaan, terendam segala bentuk keagungan dan didalamnya bersemayam bermacam kelebihan dan kebesaran. Ramadham juga merupakan cakrawala crahan karunia Allah SWT, dari sebab semua aktifitas hamba yang beriman dinilai sebagai ibadah, meskipun kecil dilakukan, tetapi besar pahalanya, ringan apa yang dikerjakan, namun berat timbangannya. Apalagi amal yang besar dan berat, tentu akan mampu melesatkan hamba ke derajat kemuliaan dan meraih kenikmatan surga. Keistimewaan, makna dan ajaran puasa itu hendaklah kita pahami bukan hanya berupa konsep atau teori, melainkan harus kita laksanakan dalam kenyataan empirik prilaku kita dalam menjalin hubungan vertikal, hubungan manusia dengan Allah SWT dan jalinan horizontal dalam arti bagaimana prilaku manusia dalam interaksi sesama dan alam sekitarnya. |
|
| Last Updated ( Rabu, 16 Juni 2010 ) |
| < Prev | Next > |
|---|

|
” Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa”.(QS. Al-Ma`idah : 8). |
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
