PTA Kepulauan Bangka Belitung
Drs.H.Abu Bakar, SH.

Drs.H.Abu Bakar, SH.
Ketua PA Pangkalpinang
Versi Indonesia   English Version

Jam Sistem

Tanggal Hijriah


Standard Operation Procedure

Link Peradilan

 
link MA

link Putusan MA

link Pembaruan MA

link BADILAG
 
 
 
 

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini144
mod_vvisit_counterKemarin132
mod_vvisit_counterMinggu ini618
mod_vvisit_counterBulan ini3613
mod_vvisit_counterTotal53100

Pengunjung Online

We have 7 guests online

Portal Berita

Sindikasi

Anda disini:  Beranda

Kegiatan Pembinaan Pegawai Ditjen Badilag PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Rabu, 20 Mei 2009

KA BAWAS MARI :

"Pimpinan Harus Mempertajam Fungsi Waskat"

 Image

Ka Bawas MARI (Kanan) dalam acara pembinaan Pegawai Ditjen Badilag,
Selasa  (19/05) di Bandung

Bandung | badilag.net (19/5)

Sistem pengawasan melekat (waskat) diyakini ampuh untuk menciptakan kondisi pelaksanaan tugas staf dapat  berjalan secara efektif dan efisien, terhindar dari segala penyimpangan. Oleh karena itu masing-masing pimpinan pengadilan dituntut mempertajam fungsi waskat ini.  Namun terkadang fungsi waskat ini menjadi tumpul manakala  pimpinan itu sendiri menjadi bagian dari masalah.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pengawas (Ka Bawas)  MARI, Dr. H.Muhammad Syaripudin, SH, MM,  kepada para peserta Pembinaan Pegawai DItjen Badilag, Selasa (19/5) di Bandung. Kabawas menjadi salah seorang nara sumber pada kegiatan yang  substansinya berfokus pada penguatan kafasistas dan disiplin  pejabat eselon III dan IV Ditjen Badilag ini. Sebelumnya telah hadir sebagai nara sumber Dirjen Badilag dan Karo Kepegawaian MARI.

Menurut Ka Bawas,  Waskat merupakan kegiatan yang bersifat  pengendalian yang terus-menerus, dilakukan oleh atasan langsung terhadap bawahannya secara preventif  dan represif. Karena  sifatnya yang berkesinambungan, seyogyanya system waskat ini  mampu  mencegah sekecil apapun tindakan penyimpangan.  Karena begitu muncul “gejala” langsung bisa ditangani tanpa menunggu jadwal pengawasan dari pengawas fungsional ataupun eksternal yang terbatas kesempatannya. Sehingga jika mekanisme waskat ini efektif, maka tidak akan dijumpai temuan oleh institusi pengawasan fungsional.

Namun diakui oleh Ka Bawas, sistem waskat ini belum  berjalan efektif. “masing banyak  temuan-temuan ketika Bawas melakukan fungsi pengawasan di pengadilan-pengadilan, ini salah satu indikasi waskan belum berjalan dengan baik”, papar mantan KPN Bandung ini.

Ia menilai salah satu faktor penyebab tidak efektifnya waskat ini adalah  keteladanan. “Bagaimana waskat bisa berjalan apabila pimpinan itu sendiri menjadi bagian dari masalah”, tegasnya. Selain factor keteladanan ini,  adanya rasa ewuh pakewuh juga memberikan andil bagi  inefektifitas waskat.  Persoalan ewuh pakewuh, kata  Ka Bawas, dipicu factor kedekatan emosional pimpinan dan staff. “ Atasan menjadi tidak tega memproses bawahannya”,  ungkapnya.

Mengingat peran waskat menjadi faktor utama untuk membangun peradilan sebagai lembaga yang terhormat dan dihormati , penyandang gelar Doktor dari Universitas Parahyangan Bandung ini berpendapat perlunya sarana atau system kerja yang harus diciptakan/disempurnakan. Ia menyebutkan keharusan adanya job description yang jelas, kebijakan standar pelaksanaan  tugas yang tertulis, dan instrument reward dan funishment.

Terkait dengan hal yang disebutkan terakhir, MA secara berkala telah mempublikasikan aparat peradilan yang dikenai hukuman disiplin melalui  website www.mahkamahagung.go.id .  “ini bagian dari upaya preventif dan represif”, ujarnya. ( \n This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it )

Last Updated ( Rabu, 20 Mei 2009 )
 
< Prev   Next >
Advertisement

Padli Ramli, SH.

Padli Ramli, SH.
Panitera/Sekretaris PA Pangkalpinang

Kata Kata Mutiara

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa”.(QS. Al-Ma`idah : 8).

 
 
 

Kontak Admin

This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

Foto Kegiatan

5.jpg