Dirjen Badilag: “Apakah Betul Peradilan Agama Merupakan Lembaga Negara yang Paling Jujur dan Efektif di Seluruh Indonesia”  Dirjen Badilag Wahyu Widiana didampingi Ketua PTA Jayapura Drs. H. Abdurrahman HAR, SH serta anggota Tim Pokja MARI. Jayapura | pta-jayapura.go.id Berbagai apresiasi yang diterima peradilan agama akhir-akhir ini sudah seharusnya disyukuri. Namun demikian, berbagai apresiasi itu hendaknya tidak menjadikan aparat peradilan agama sombong, tetapi justru semakin termotivasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Wahyu Widiana, ketika memberikan arahan pada acara pembukaan Bimbingan Teknis Yudisial dan Sosialisasi Pedoman Perilaku Hakim bagi Hakim Pengadilan Agama se wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Agama Jayapura yang berlangsung di Hetel Aston Jayapura, Selasa (19/4/2011). Mengutip hasil penelitian yang dilakukan oleh Cate Sumner dan Tim Lindsey yang dipublikasikan dalam buku “Reformasi Peradilan Pasca Orde Baru”, Dirjen Badilag mengingatkan kepada jajaran peradilan agama untuk membuktikan apakah betul peradilan agama merupakan lembaga negara yang paling jujur dan efektif di seluruh Indonesia, sebagaimana hasil penelitian tersebut. “Terlebih lagi disebutkan dalam penelitian tersebut, bahwa peradilan agama di Indonesia bisa menjadi model bagi reformasi sosial yang progresif, tidak hanya bagi pengadilan lainnya di Indonesia, namun juga bagi sistem peradilan Islam di Asia Tenggara,” ujar Dirjen.
Karena itu Dirjen Badilag meminta kepada aparat peradilan agama untuk menjawab dan membuktikan bahwa apresiasi itu betul adanya dan memang layak untuk diterima. “Tolok ukurnya ialah kualitas pelayanan kepada masyarakat meningkat atau tidak,” Dirjen menegaskan. Walaupun harus diakui masih ada kekurangan di sana-sini, namun dengan berbagai program yang telah dan sedang dijalankan, peradilan agama berupaya untuk lebih memberikan solusi bagi masyarakat miskin untuk mengakses keadilan. Berbagai program yang pro rakyat miskin itu di antaranya berupa pembebasan biaya perkara (prodeo), sidang keliling, dan pos bantuan hukum. “Semua itu demi justice for the poor,” kata Dirjen.  Ketua PTA Jayapura ketika memberikan sambutan. Sosialisasikan SIADPA Plus Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jayapura Drs.H. Abdurrahman HAR, SH dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini diadakan untuk memberikan bimbingan teknis dan sosialisasi Pedoman Perilaku Hakim. Di samping itu, para peserta diberikan materi mengenai SIADPA Plus. Aplikasi yang dikembangkan Ditjen Badilag ini terbukti sangat penting dan memiliki manfaat yang nyata di lingkungan peradilan agama. “Kami berharap para peserta yang ikut acara ini dapat mengembangkan SIADPA di satuan kerja masing-masing,” ujarnya. Menyinggung hasil penelitian tentang website Peradilan Agama, ketua PTA Jayapura dengan jujur mengakui bahwa persoalan IT di wilayah PTA Jayapura masih perlu ditingkatkan lagi sehingga kelak nilai yang berhasil dikumpulkan tidak terpaut jauh dengan daerah lainnya.  Para peserta Bintek menyimak paparan Dirjen Badilag dan Ketua PTA Jayapura. Sebagaimana dilaporkan Ketua Panitia Pelaksana H. Imran, S.Ag., SH.,MH, para peserta kegiatan ini merupakan para Hakim dari Pengadilan Agama sewilayah PTA Jayapura serta para Hakim Tinggi PTA Jayapura. Dalam kegiatan yang berlangsung hingga 21 April 2011 ini dua orang dari Tim Pokja MARI yaitu Drs. H. Hasan Bisri, SH., M. Hum serta Drs. H. Bahrussam Yunus, SH.,MH menjadi narasumber. (Tim IT PTA Jayapura) |