Mendadak Dikunjungi Pak Dirjen, Hakim dan Pegawai Kaget
 Bandung l Badilag.net
Pengadilan Agama Bandung Selasa (20/12/2011) kedatangan orang nomor satu di BADILAG siapa lagi kalau bukan Bapak Dirjen Badilag Drs. H. Wahyu Widiana, SH. MA.
Kedatangan beliau terkesan mendadak karena sebelumnya memang tidak ada kabar atau berita kunjungan tersebut. Apalagi saat itu jam sudah menunjukkan pukul 16.30 WIB. yang menandakan aktivitas formal kantor telah berakhir meskipun masih ada sebagian hakim dan pegawai yang masih asyik melakukan aktivitasnya. 
Otomatis suasana ini membuat sebagian pegawai sedikit kebingungan, mereka yang hendak melakukan Finger Print (absen jari) harus mengurungkan niatnya karena Pak Dirjen berada di meja Informasi yang kebetulan berdekatan dengan absen jari tsb. Sehingga yang terjadi kemudian adalah SIDAK dan arahan singkat Pak Dirjen tentang “Meja Informasi” kepada para pegawai yang berada di sekitar meja informasi termasuk yang hadir Ketua PA Bandung, para Hakim, Pansek, Wapan, Wasek, pejabat fungsional dan struktural serta para Cakim Magang PA Bandung.  | Sebenarnya kedatangan beliau ke PA Bandung secara mendadak adalah hal biasa sebagaimana yg sudah pernah dilakukan di PA-PA lainnya, dimana kedatangan beliau secara diam-diam (menyamar) dan tanpa memberitahu terlebih dahulu (SIDAK) hal ini bertujuan untuk melihat lebih dekat kinerja pelayanan Pengadilan Agama apakah sudah berjalan dengan baik dan proporsional atau malah sebaliknya, oleh karenanya dengan konsep seperti itu, beliau sering menemukan hal-hal yang tidak patut yang dilakukan oleh petugas atau pegawai PA yang menciderai kualitas pelayanan PA terhadap masyarakat.
Dengan temuan mendadak ini kemudian beliau memberikan nasehat dan arahan guna perbaikan kinerja pelayanan tersebut. Selama kurang lebih 30 menit Pak Dirjen berada di PA Bandung selain meninjau layanan meja infromasi, beliau juga melihat penggunaan SIADPA plus, SMS Getway, Mesin Antrian dan POSBAKUM. Setelah itu beliau menyempatkan diri sholat Ashar di Masjid “Rosyada” PA Bandung, kemudian pamitan dan meninggalkan PA Bandung. |