PTA Kepulauan Bangka Belitung
Anda disini:  Beranda
Diklat Calon Panitera se-Indonesia 2011 PDF Print E-mail
Written by Radja Alkasim   
Senin, 15 Agustus 2011
Peserta Diklat Calon Panitera se Indonesia di depan Dirjen:

Siap Meningkatkan Kualitas Pelayanan


Para peserta pelatihan berfoto bersama Dirjen (tengah, berbaju batik) di depan gedung utama Kampus Diklat Mahkamah Agung, Megamendung, Bogor.

Megamendung l Badilag.net

Di depan Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, siang (13/8) tadi, 49 peserta Pelatihan Tehnis Fungsional Calon Panitera Pengadilan Agama Seluruh Indonesia menyatakan siap untuk meningkatkan kualitas pelayanan di tempat kerja masing-masing.

Bukan itu saja, seluruh peserta juga bertekad untuk melakukan perubahan menuju keadaan yang lebih baik. “Kami siap, Pak”, kata mereka ketika Dirjen minta mereka untuk menjadi ‘agent of change’,  agen pembaruan.

Empat puluh sembilan peserta pelatihan ini terdiri dari para pejabat yang menduduki posisi sebagai Wakil Panitera dari 49 PA seluruh Indonesia. Setiap PTA dan Mahkamah Syar’iyah Aceh mengirimkan satu atau dua kader-kader terbaiknya.

Pelatihan yang diselenggarakan Pusdiklat MA RI, tanggal 8 – 21 Agustus di Kampus Megamendung ini menampilkan Dirjen Badilag sebagai salah satu nara sumbernya. Dirjen tampil dua kali, membahas topik “Visi Misi Mahkamah Agung”  dan  “Keterbukaan Informasi dan Pelayanan Publik”.

Seperti biasanya dalam menyampaikan materi, Dirjen selalu penuh semangat, interaktif dan motivatif. Selain minta masukan dari para peserta melalui diskusi, Dirjenpun minta beberapa peserta untuk memberikan presentasi singkat di depan kelas.

Bahkan Dirjenpun melakukan “survey”, dengan melontarkan 25 pertanyaan secara tertulis untuk dijawab para peserta. Pertanyaan itu sesuai topik pembahasan. Hasil dari surveypun diinfokan dan dibahas secara singkat dengan para peserta pada sesi berikutnya.

Ketua PA Diminta Memberi Kesempatan Kepada Alumni Peserta Diklat.

“Agar apa yang telah diperoleh peserta pelatihan bermanfaat untuk kepentingan institusi, saya minta agar Saudara menyosialisasikan dan mengimplementasikannya di tempat kerja masing-masing”, pinta Dirjen.

Para peserta menyanggupinya asal diberi kesempatan dan kewenangan. Untuk itu, Dirjenpun berjanji akan mengirim surat kepada semua Ketua PA tempat kerja para peserta.

Melalui Badilag.net, Dirjen minta agar para Ketua PA atau Mahkamah Syar’iyah memberi kesempatan kepada para peserta untuk menginformasikan apa yang telah diperolehnya selama pelatihan, kepada seluruh pimpinan, hakim dan aparat di tempat kerja masing-masing.

Lebih dari itu, Dirjen minta, agar para peserta ini dimonitor, didukung dan dibimbing dalam mengembangkan kreatifitas dan inovasinya. “Dukunglah mereka selama positif untuk institusi dan pelayanan”, tegas Dirjen.

“Sayang, kalau semangat mereka untuk melakukan pembaruan demikian besar, namun tidak tersalurkan atau malah terhambat”, ungkapnya lagi. “Tolong, agar para KPA, WKPA dan para hakim betul-betul memanfaatkan semangat dan kemampuan mereka”, tambahnya lagi.

Namun Dirjen juga mengingatkan agar pembaruan harus  dilakukan secara santun, damai dan tidak menimbulkan gejolak.


Sebagian peserta pelatihan, di ruang kelas.

Air Mengalir dan 3 S.

Dalam memberi semangat, Dirjen berkali-kali mengingatkan para peserta agar tidak hanya seperti air mengalir. “Kemana arus air mengalir, ke sana kita ikut”, Dirjen bertamsil. Kalau terus menerus seperti itu, tambah Dirjen, maka pembaruan tidak akan cepat berhasil, bahkan mandeg.

Pembaruan, lanjutnya, memerlukan orang yang berani, semangat berinovasi tapi tetap arif. Tanpa itu, tidak akan ada pembaruan. Sifat kreatif dan santun mutlak diperlukan.

“Dalam melakukan pelayanan publik, sebaiknya kita niati dalam rangka ibadah”, jelasnya lagi. “Keberhasilan dalam melaksanakan tugas merupakan kebahagiaan tersendiri. Kebahagiaan itu tak ternilai, dibandingkan dengan materi sekalipun”, tambahnya.

“Oleh karena itu, dalam melakukan tugas, khususnya dalam memberikan pelayanan publik, 3S haruslah selalu dijadikan pegangan, sebab itu bagian dari ibadah”, katanya lagi, sambil menjelaskan bahwa 3S  adalah senyum, salam dan sapa.

“Kitapun jangan hanya terpaku dengan keterbatasan-keterbatasan, baik anggaran, sarana maupun SDM. Kita harus memanfaatkan sumber daya yang ada agar dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin”, tegasnya. (Adli Minfadli Robby).

 

Add comment


Security code
Refresh

< Prev   Next >
Padli Ramli, SH.

Padli Ramli, SH.
Panitera/Sekretaris PA Pangkalpinang

Foto Hakim/Pegawai

Jam Sistem

Tanggal Hijriah


Pengaduan Online

Link Peradilan

link MA


link Putusan MA


link Pembaruan MA


link BADILAG

Kata Kata Mutiara

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa”.(QS. Al-Ma`idah : 8).

 

Foto Kegiatan

01abduh.jpg.jpg