PTA Kepulauan Bangka Belitung
Anda disini:  Beranda

Dari Komentator Teraktif PDF Print E-mail
Written by oval   
Senin, 23 Januari 2012

Dari Komentator Teraktif hingga 'Nyanyian' Pak Dirjen

+ Tanya nih Pak. Apakah tampil berita Pak Dirjen di acara forum diskusi Kejagung hari ini?

- Acara baru saja selesai.

+ Baru selesai? Berarti sangat bagus dan luar biasa prosesi acaranya ya?

- Ya.

Begitulah cuplikan percakapan kami dengan seorang pembaca setia badilag.net melalui SMS, Rabu sore (11/1/2012). Pegawai sebuah Pengadilan Agama itu rupanya sudah tidak sabar ingin mengetahui perkembangan acara diskusi di Kejaksaan Agung yang menghadirkan Dirjen Badilag Wahyu Widiana sebagai narasumber.

Beberapa hari sebelumnya, kami memang memuat berita mengenai agenda diskusi yang difasilitasi Justice for the Poor Project USAID itu. Dan sebagaimana biasanya, kami punya feeling, pembaca setia badilag.net itu akan menulis tanggapan di boks komentar.

Ternyata dugaan kami tak meleset. Esok harinya, tak lama setelah berita berjudul “Di Kejaksaan Agung, Dirjen Badilag Membeber Rahasia Dapurnya” kami publikasikan, ia langsung menulis komentar. Hanya, kali ini ia gagal jadi “pertamax”. Komentarnya tidak nangkring di urutan pertama.

Pembaca setia itu bernama Masrinedi. Pada tahun 2009 dan 2010, pegawai PA Painan itu menyabet predikat komentator teraktif. Tahun berganti, ternyata ia tetap menduduki posisi itu. Sepanjang 2011, 899 komentar dibuatnya. Dengan demikian, selama tiga tahun berturut-turut—meminjam istilah sepak bola—Masrinedi berhasil mencetak hattrick.

Dan inilah 10 komentator badilag.net teraktif selama 2011:

No

Nama

Asal

Jumlah

1.

Masrinedi

PA Painan

899

2.

Suryadi

PA Tondano

334

3.

Asni Falah

PTA Bandar Lampung

332

4.

Suhadak

PTA Mataram

279

5.

M. Tobri

PA Kuningan

257

6.

H. Masruri

PA Palangkaraya

234

7.

Rusdi

PTA Samarinda

162

8.

Dalih Effendy

PA Karawang

104

9.

Endang M

PTA Mataram

99

10.

Syamsul Bahri

PA Makassar

93

Selain mendata komentator teraktif, kami juga mendata berita di menu “Seputar Ditjen Badilag” yang paling banyak dikomentari.

Berita mengenai pelantikan Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama Purwosusilo menempati urutan pertama. Berita itu menuai 142 komentar.

Lima berita “Seputar Ditjen Badilag” yang memperoleh komentar terbanyak dapat Anda lihat di tabel di bawah ini:

No

Judul

Jumlah

1.

Pelantikan Direktur Pembinaan Tenaga Teknis

142

2.

PA Tulungagung, Lain daripada yang Lain

116

3.

Inilah Doktor Pertama di Badilag

94

4.

Kaitan Antara TI dan Karir

84

5.

Badilag Sukses Gelar Fit and Proper Test

77

Kami juga merinci berita-berita di menu “Seputar Peradilan Agama” yang paling banyak dikomentari. Berita berjudul “Hakim PA Sumber Raih Gelar Doktor Hukum Islam dengan Predikat Cumlaude” dengan raihan 25 komentar.

Di kategori ini, lima berita yang berada di ranking teratas adalah sebagai berikut:

No

Judul

Jumlah

1.

Hakim PA Sumber Raih Gelar Doktor Hukum Islam dengan Predikat Cumlaude

25

2.

Pelantikan, Pisah sambut & Resepsi HUT PTA Bandarlampung ke-18

21

3.

Turnamen PTWP PTA Bandar Lampung

17

4.

Ruang Tunggu Para Pihak PA Ambon Klas IA

17

5.

Keluarga Besar PA Bangko Berduka

17

Berikutnya, di kategori artikel yang mendapat komentar terbanyak, artikel berjudul “Mengapa Perceraian di Indonesia Meningkat?” berada di urutan teratas. Artikel karya Rahmat Arijaya—hakim PA Cilegon yang menjadi staf khusus Dirjen Badilag—ini berhasil menggaet 24 komentar.

Adapun lima artikel yang memperoleh komentar paling banyak adalah:

No

Judul

Penulis

Kedudukan

Jumlah

1.

Mengapa Perceraian di Indonesia Meningkat?

Rahmat Arijaya

Staf Khusus Dirjen Badilag

24

2.

Mahkamah Agung: Kepercayaan Publik dan Independensi Peradilan

Achmad Cholil

Hakim PA Bekasi-Mahasiswa MelbourneUniversity

21

3.

Access to Justice for The Poor: The Badilag Experience

Wahyu Widiana

Dirjen Badilag

15

4.

Problematika Konsinyasi di Peradilan Agama

Agus Zainal Mutaqien

Panitera/Sekretaris PTA Makassar

14

5.

Pelaksanaan Program-Program Prioritas Reformasi Birokrasi di Lingkungan Peradilan Agama

Wahyu Widiana

Dirjen Badilag

13

Di menu “Pojok Pak Dirjen”, yang digawangi sendiri oleh Dirjen Badilag Wahyu Widiana, tulisan berjudul “Ke Kantor Naik Kereta Api dan Ojek” mendapat komentar terbanya. Tulisan perdana di “Pojok Pak Dirjen” ini mampu menggaet 104 komentar.

Dan inilah lima tulisan di “Pojok Pak Dirjen” yang paling banyak dikomentari sepanjang tahun 2011:

No

Judul

Jumlah

1.

Ke Kantor Naik Kereta Api dan Ojek

104

2.

Es Krim, Baso dan Teknologi Informasi

92

3.

Pamer Miskin Peradilan Agama

72

4.

“Saya akan permalukan lagi Pak Wahyu”

67

5.

Harga Sebuah Surat KMA

62

Sementara itu, di menu “Suara Pembaca”, tulisan berjudul “1001 Malam di Badilag (Bagian 1)” menuai komentar terbanyak. Karya tulis Asep Nursobah, Hakim Yustisial di Kepaniteraan MA, itu meraup 35 komentar.

Lima tulisan dalam kategori ini yang paling banyak mendapat komentar adalah:

No

Judul

Penulis

Kedudukan

Jumlah

1.

1001 Malam di Badilag (Bagian 1)

Asep Nursobah

Hakim Yustisial di Kepaniteraan MA

35

2.

Niat Baik Jurusita Berakibat Fatal

Ade Husnul Khotimah Hasan

Pegawai PA Bogor

27

3.

Badilagn.et Menu Sarapan Pagi

Masrinedi

Pegawai PA Painan

23

4.

1001 Malam di Badilag (Bagian 2)

Asep Nursobah

Hakim Yustisial di Kepaniteraan MA

22

5.

Pak Wahyu yang Saya Kenal

Achmad Cholil

Hakim PA Bekasi –Mahasiswa Melbourne University

21

Moderasi komentar

Siapapun dapat memanfaatkan boks komentar yang terdapat di bawah berita, artikel maupun tulisan lainnya di badilag.net. Fasilitas itu dapat digunakan oleh pembaca yang terdaftar maupun yang tidak terdaftar; warga peradilan agama maupun bukan; komentator dengan nama asli maupun samaran.

Di badilag.net, setiap komentar tidak bisa langsung tampil, melainkan harus melalui proses moderasi. Kami selaku administrator membaca satu per satu komentar yang masuk. Sekitar 80 persen komentar dapat langsung kami ditayangkan, karena sesuai dengan kriteria yang kami tetapkan. Sebagian lainnya kami edit untuk kemudian kami tayangkan, dan sisanya kami hapus dan otomatis tidak bisa tampil.

Pada prinsipnya, kami akan meloloskan semua komentar, kecuali komentar yang menggunakan kata-kata kasar, sensitif karena menyangkut hubungan kelembagaan, menyerang pihak lain, dan/atau mengandung fitnah. Meski demikian, bukan berarti komentar yang kami loloskan melulu berisi apresiasi atau puja-puji.

Cara menghitung komentar

Badilag.net adalah situs yang berbasis joomla. Di samping mudah dipahami oleh orang yang awam di bidang TI, joomla ternyata menyediakan berbagai fasilitas dan kemudahan. Salah satunya dalam hal penghitungan komentar.

Menggunakan bahasa pemrograman ala joomla, kami dapat menghitung berapa komentar yang masuk untuk tiap tulisan secara otomatis. Artinya, kami tidak perlu memelototi seluruh tulisan dan menghitung komentar di bawahnya satu demi satu.

Meski pekerjaan jadi lebih enteng, ternyata perhitungan dengan mengandalkan mesin ini tidak sepenuhnya dapat kami andalkan. Masalahnya tidak terletak pada joomla, melainkan pada konsistensi pemberi komentar dalam menuliskan identitasnya.

Sebagai gambaran, di daftar 10 komentator teraktif yang disodorkan joomla, ada dua nama Masrinedi. Yang satu di urutan pertama dengan 744 komentar dan satunya lagi di urutan delapan dengan 117 komentar. Nama Masrinedi juga kami temukan di urutan ke-34 dengan 38 komentar.

Setelah kami cermati, kami menemukan adanya inkonsistensi penulisan identitas. Di urutan pertama tertulis Masrinedi-PA.Painan, di urutan delapan tertulis Masrinedi-PA. Painan dan di urutan 34 tertulis Masrinedi- PA.Painan. Perbedaannya tipis sekali, yakni adanya penambahan spasi yang tak konsisten.

Kasus yang hampir sama terjadi pada M. Tobri. Namanya ada di urutan tujuh dan sembilan. Yang satu tertulis M.tobri-Pa Kuningan dengan 119 komentar, dan satunya lagi tertulis M.Tobri -PA kuningan dengan 99 komentar. Selain spasi, perbedaannya terletak pada penulisan huruf kecil dan huruf besar.

Agar data yang kami peroleh dan sajikan lebih akurat, kami kemudian mencermati daftar 50 komentator teraktif. Nama-nama yang mirip, dengan asal-usul satker yang sama, kemudian kami gabungkan. Hasilnya sebagaimana data yang kami sajikan di atas.

Karena itu, untuk memudahkan kerja sang mesin dalam menghasilkan data yang akurat, kami berharap agar para pemberi komentar di badilag.net tidak inkonsisten dalam menulis identitas.

Apresiasi Dirjen Badilag

Ini bukan kabar burung. Orang nomor satu di Ditjen Badilag selalu membaca komentar-komentar yang masuk di badilag.net. Bahkan, seringkali, Pak Wahyu—demikian ia biasa disapa—menorehkan sendiri komentar, terutama di bawah berita-berita yang dikirim satker-satker daerah.

“Itu untuk mengapresiasi dan memotivasi kawan-kawan di daerah. Kita di pusat jangan hanya ingin memberikan informasi, tapi juga harus membaca informasi dari daerah dan perlu mengomentarinya,” tuturnya.

Pesan Pak Wahyu itu kemudian ditindaklanjuti Bagian Kepegawaian Badilag. Belum lama ini, dalam acara pertukaran informasi yang dihadiri hampir seluruh pejabat dan pegawai, Kabag Kepegawaian membacakan nama-nama pegawai Badilag yang rajin menulis komentar di badilag.net.

Kalau Anda menemukan nama Chrisnayeti, Abu Tolhah, Sulaeman, Hermanto, Wahyu Setiyawan dan sejumlah nama lainnya yang kini rajin berkomentar, mereka adalah orang-orang yang sehari-hari berkantor di Ditjen Badilag.

Soal moderasi komentar, Pak Wahyu menginginkan agar komentar-komentar yang berisi kritik tidak disensor, meskipun yang dikritik adalah pejabat atau institusi Badilag. “Asalkan komentarnya tidak menggunakan bahasa yang kasar, publikasikan saja, agar kita mendapat masukan untuk perbaikan-perbaikan,” tandasnya.

Pak Wahyu memberi tamsil komentar mengenai berita yang berkaitan dengan hasil rapat TPM. “Kalau ada yang berkomentar dia dizalimi oleh sistem mutasi, publikasikan saja,” perintahnya, kepada kami.

Meski bahagia melihat antusiasme warga peradilan agama dalam memanfaatkan website badilag.net sebagai media komunikasi-interaksi dua arah, Pak Wahyu tetap menginginkan agar ke depan lebih banyak lagi warga peradilan yang rajin membaca dan mengomentari konten badilag.net.

“Tentu sangat menggembirakan kalau yang memberi komentar bukan cuma orang itu-itu saja. Apalagi saya lihat, ada berita yang pembacanya lebih dari 10.000 tapi yang komentar cuma puluhan,” ungkapnya.

Karena itu, demi menggiatkan pemanfaatan situs badilag.net, setiap memberikan pembinaan di daerah, Pak Wahyu tidak pernah bosan mengingatkan soal yang satu ini.

“Sewaktu fit and proper test calon pimpinan pengadilan kelas IA beberapa waktu lalu, saya juga ‘nyanyi’ mengenai hal ini,” bebernya. Hasilnya, banyak di antara peserta fit and proper test itu yang kini rajin membaca dan mengomentari berita-berita di badilag.net.

Sekali lagi, kabar gembira

Masih soal komentar, Pak Wahyu memberi kabar gembira. Kumpulan tulisan di “Pojok Pak Dirjen” akan dibukukan. Untuk tiap tulisan, Pak Wahyu bakal memilih tiga sampai lima komentar untuk ikut dibukukan. Mengenai komentar seperti apa yang akan dipilih, Pak Wahyu punya kriteria sendiri. Yang jelas, ujarnya, bukan sekadar komentar yang berisi pujian dan sanjungan.

Komentar-komentar terbaik juga kemungkinan akan disertakan dalam buku berisi kumpulan berita di badilag.net. Buku itu rencananya akan di-launching pada perayaan 130 tahun peradilan agama.

Jadi, tetaplah istiqamah membaca dan memberi komentar di badilag.net!

(Tim Redaksi)

 

Add comment


Security code
Refresh

< Prev   Next >
Advertisement

Padli Ramli, SH.

Padli Ramli, SH.
Panitera/Sekretaris PA Pangkalpinang

Foto Hakim/Pegawai

Jam Sistem

Tanggal Hijriah


Pengaduan Online

Link Peradilan

link MA


link Putusan MA


link Pembaruan MA


link BADILAG

Kata Kata Mutiara

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa”.(QS. Al-Ma`idah : 8).

 

Foto Kegiatan

10pansek m tarmizi r.jpg