

| Beranda |
| Selamat Datang |
| Gambaran Umum Kep. Bangka Belitung |
| Sejarah Pengadilan Agama Pangkalpinang |
| Yurisdiksi |
| Visi dan Misi |
| Galeri Foto |
| Link |
| Struktur Organisasi |
| Profil Pegawai |
| Daftar Urut Kepangkatan |
| DIPA |
| Realisasi Anggaran DIPA |
| Keuangan Perkara |
| PNBP |
| Bagian Keperkaraan |
| Bagian Kepegawaian |
| Bagian Keuangan |
| Bagian Umum |
| Pedoman Perilaku Hakim |
| Pembayaran Panjar Via Bank |
| Pengembalian Sisa Panjar |
| Legislasi Akta cerai |
| Barang Milik Negara |
| Pengaduan Online |
| Alur Pengaduan |
| Prosedur Pengaduan |
| Hak-Hak Pencari Keadilan |
| Hak-Hak Para Pihak |
| Statistik Pengawasan dan Pengaduan |
| Statistik Hukuman Disiplin |
| Struktur Organisasi |
| Profil Pegawai |
| PTA Kep. Bangka Belitung |
| PA Sungailiat |
| PA Tanjungpandan |
Artikel & Makalah
Artikel Hukum
'Aul dan Radd (Sistem Pembagian Harta Warisan Yang Rancu dan Keliru) | 'Aul dan Radd (Sistem Pembagian Harta Warisan Yang Rancu dan Keliru) |
|
|
|
| Written by Radja Alkasim | |
| Senin, 15 Agustus 2011 | |
|
‘AUL DAN RADD (SISTEM PEMBAGIAN HARTA WARISAN YANG RANCU DAN KELIRU) Oleh : Drs.Herman Supriyadi (Hakim Pengadilan Agama Pangkalpinang) Pendahuluan ‘Aul dan radd adalah sistem pembagian harta warisan yang lahir pada zaman khalifah Umar bin Khattab dan berkembang serta tetap dipertahankan sampai saat ini. Sistem ini sangat terkenal karena dengan sistem ini salah satu persoalan hukum waris yang sebelumnya sulit untuk diselesaikan dapat dengan mudah diselesaikan. Akan tetapi belakangan ini diketahui bahwa sistem ini banyak mengandung kelemahan terutama bila diselaraskan dengan rumus-rumus matematika. Selanjutnya kelemahan-kelemahan tersebut dijadikan titik serangan oleh mereka yang tidak senang dengan Islam, dijadikan alat untuk melemahkan keyakinan ummat Islam terhadap kesucian Al-Quran dan Kerasulan Muhammad SAW. antara lain sebagaimana yang Penulis baca dalam face book dengan pertanyaan-pertanyaan yang maksudnya lebih kurang sebagai berikut : 1. Apakah pantas Al-Quran dijadikan kitab suci yang perhitungan matematika warisan Allah SWT didalamnya kadang kurang kadang lebih sehingga harus dilengkapi hukum buatan manusia yaitu ‘aul dan radd ? 2. Dengan membawa kitab suci yang didalamnya mengandung hukum waris yang tidak jelas, apakah benar Muhammad. SAW itu Rasulullah? 3. Apakah adil bila dalam pembagian harta warisan anak laki-laki mendapat bagian dua kali lipat dari bagian anak perempuan?
Untuk membaca artikel ini selengkapnya, silahkan klik disini |
| < Prev | Next > |
|---|

|
” Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa”.(QS. Al-Ma`idah : 8). |
