|
Peningkatan Kinerja Penyelesaian Perkara |
|
Written by ovaL
|
|
Jumat, 12 Agustus 2011 |
Panitera MA Terus Pacu Peningkatan Kinerja Penyelesaian Perkara  Panitera MA (urutan ke-5 dari kiri) bersama dengan para Panitera Muda dan Direktur Pranata MA memimpin rapat koordinasi dan evaluasi kinerja, Rabu (10/8) di Ruang Wiryono. JAKARTA, Kepaniteraan Online | (10/8) Panitera Mahkamah Agung, H. Suhadi, MH, MH, terus-menerus memacu peningkatan kinerja penyelesaian perkara MA. Upaya terkini yang dilakukaanya adalah dengan menggelar rapat evaluasi yang melibatkan seluruh Panitera Muda, Panitera Muda Tim (Askor), Direktur Pranata, dan Panitera Pengganti yang dilaksanakan pada hari Rabu (10/8), di Ruang Wiryono Gedung MA. Dalam rapat tersebut, Panitera MA menekankan kepada seluruh jajarannya untuk meningkatkan kinerja baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya. “Hingga Juli 2011, MA sudah memutus 8.036 perkara dan mengirim 8.638 perkara ke pengadilan pengaju sementara jumlah perkara masuk pada periode tersebut berjumlah 7.986 perkara, dengan demikian kinerja MA sudah cukup baik”, terang Panitera MA. Namun demikian, Panitera MA meminta jajarannya untuk terus meningkatkan kinerja. Meski secara kuantitas, MA dipacu untuk menyelesaikan perkara sebanyak-banyaknya, namun tidak berarti mengabaikan kualitas. Dalam kaitan dengan aspek kualitas ini, Panitera mengharapkan para Panitera Pengganti untuk teliti sehingga tidak terjadi kekeliruan redaksional sekecil apapun.
|
|
Last Updated ( Jumat, 12 Agustus 2011 )
|
|
|
Menilai Pelayanan Publik dan Meja Informasi |
|
Written by ovaL
|
|
Jumat, 12 Agustus 2011 |
Saatnya Menilai Pelayanan Publik dan Meja Informasi 
Dirjen Badilag sedang berbincang dengan seorang petugas Meja Informasi di sebuah PA, bulan lalu. Jakarta l Badilag.net Bulan Agustus-November 2011 menjadi momentum penting buat warga peradilan agama. Ditjen Badilag Mahkamah Agung telah menetapkan periode tersebut sebagai momentum untuk melakukan penilaian terhadap pelayanan publik dan meja informasi di pengadilan tingkat pertama di lingkungan peradilan agama. “Penilaian ini bertujuan memberikan motivasi kepada kawan-kawan di daerah untuk menyukseskan program prioritas pembaruan yang telah ditetapkan Badilag,” ungkap Dirjen Badilag Wahyu Widiana belum lama ini. Pelayanan Publik dan Meja Informasi memang bagian dari program-program prioritas pembaruan Badilag. Program-program prioritas lainnya adalah penyelesaian perkara, manajemen SDM, pengawasan/pengaduan, pengelolaan website, implementasi SIADPA, serta program “justice for all” yang terdiri dari layanan prodeo, sidang keliling dan posbakum. Sebagaimana penilaian terhadap website, penilaian terhadap Pelayanan Publik dan Meja Informasi juga akan berujung pada pemberian penghargaan. “Pada prinsipnya kita ingin berlomba-lomba dalam kebaikan. Penghargaan yang akan kita berikan merupakan bagian dari religious courts reform awards,” Dirjen Badilag menerangkan. Meskipun sama-sama berujung dengan pemberian penghargaan, mekanisme penilaian terhadap Pelayanan Publik dan Meja Informasi berbeda dengan mekanisme penilaian terhadap website. Penilaian terhadap Pelayanan Publik dan Meja Informasi dilakukan oleh pihak internal peradilan agama dan dilaksanakan dalam dua tahap.
|
|
Last Updated ( Jumat, 12 Agustus 2011 )
|
|
|
Written by ovaL
|
|
Senin, 08 Agustus 2011 |
Tentang Website, Jangan Sampai Tidak Tahu  Jakarta l badilag.net Dirjen Badan Perdilan Agama Wahyu Widiana di aula lantai 2 PTA Bandung Jumat (5/8) siang kembali menyampaikan bahwa seluruh pimpinan pengadilan agama jangan sampai tidak mengetahui keberadaan dan perkembangan website, terutama website satker masing-masing.
“Bagi pimpinan PTA, baik Ketua, Wakil Ketua dan Pansek disamping mengetahui website satkernya, penting juga mengetahui website pengadilan agama di wilayahnya” ungkapnya di depan Wakil PTA Bandung, Hasan Bisri, para Hakim Tinggi, Pansek, Tri Haryanto, Ketua, Wakil Ketua dan Pansek Pengadilan Agama se-wilayah PTA Bandung dan pegawai PTA Bandung lainnya. Dari pengalamannya saat berkunjung ke beberapa daerah, ia menambahkan, memang masih ada pimpinan pengadilan yang tidak tahu website satkernya. “Warna tampilan web satkernya saja tidak tahu” katanya dengan nada kesal.
Ia pun kembali mengingatkan bahwa saat ini ada tugas lain yang harus diemban oleh lembaga peradilan khususnya peradilan agama di luar tugas pokoknya, yaitu melakukan keterbukaan informasi publik.
Dan website, saat ini dianggap sebagai media yang paling efektif dan efisien dalam menjembatani kewajiban lembaga peradilan agama dalam melakukan keterbukaan informasi kepada masyarakat sebagai pemegang hak informasi pengadilan. “Dalam praktiknya, peran pimpinan pengadilan lah yang paling menentukan, disamping tentu saja administrator website” katanya.
Sama pentingnya dengan website, ia menambahkan, pimpinan peradilan agama yang meliputi Ketua, Wakil Ketua, dan Pansek PTA/MSy.Aceh maupun PA/MSy. wajib mengetahui tentang teknologi informasi lain yang sedang dikembangkan di lingkungan peradilan agama seperti SIADPA, SIMPEG dan yang lainnya. “Bahkan PTA Bandung sendiri sedang mengembangkan SIADPA WEB” katanya sebagaimana uraian Pansek PTA Bandung pada kesempatan yang sama.
Salah satu jalan untuk melakukan transfer teknologi, ia melanjutkan, sangat penting di setiap satker baik di PTA/MSy.Aceh maupun PA/MSy. diadakan pertemuan-pertemuan yang disamping membahas hal-hal yang terkait tugas pokok pengadilan, juga pertemuan-pertemuan khusus yang membahas tentang perkembangan teknologi informasi baik website, SIADPA, SIMPEG dan teknologi informasi lainnya.
|
|
Last Updated ( Jumat, 12 Agustus 2011 )
|
|
|
Saatnya masing-masing pegawai mengkoreksi data pribadinya di SIMPEG Online |
|
Written by Radja Alkasim
|
|
Jumat, 05 Agustus 2011 |
Saatnya Masing-Masing Pegawai Mengoreksi Data Pribadinya di SIMPEG Online  Dalam rangka pengakuratan data kepegawaian aparat peradilan agama, Ditjen Badilag beberapa waktu yang lalu telah mensosialisasikan aplikasi SIMPEG berbasis web sebagai pengganti aplikasi SIMPEG versi sebelumnya. Dengan lengkapnya dan akuratnya data kepegawaian, hal tersebut sangat menguntungkan sekali bagi pembinaan dan peningkatan karir masing-masing aparat peradilan agama, seperti dalam hal promosi dan mutasi, pendidikan dan pelatihan dan lain sebagainya. Kegiatan sosialisasi tersebut tidak sampai disitu saja, bersamaan dengan kegiatan Bintek Kompetensi Panitera Peradilan Agama (15/07) kemarin, Kasubdit Mutasi Hakim, H. Sunarto, SH, MH., turut mensosialisasikan keberadaan aplikasi SIMPEG berbasis web kepada para peserta. Sekilas tentang SIMPEG berbasis web Aplikasi SIMPEG berbasis web atau lebih dikenal dengan istilah SIMPEG Online bagi aparat peradilan agama sebenarnya bukan menjadi hal baru lagi, karena sebelumnya telah ada SIMPEG Dekstop yang biasa digunakan oleh bagian kepegawaian PTA dan PA seluruh Indonesia. Ditemui badilag.net di ruang kerjanya Selasa siang (02/08), Kasubdit Data dan Evaluasi, Durminto, S.Kom, MH, menjelaskan bahwa sekitar bulan Maret kemarin, Subdit Data dan Evaluasi sebagai salah satu bagian di Ditjen Badilag yang menangani data kepegawaian Peradilan Agama seluruh Indonesia telah melakukan terobosan baru yaitu dengan mengeluarkan aplikasi SIMPEG terbaru yang berbasis web.
|
|
|