|
Info Penting Soal Mutasi Hakim Tahap II |
|
Written by Radja Alkasim
|
|
Jumat, 30 September 2011 |
Info Penting Soal Mutasi Hakim Tahap II
Jakarta l Badilag.net Bulan depan, gerbong mutasi hakim di lingkungan peradilan agama akan bergulir lagi. Tim Promosi Mutasi (TPM) akan mengadakan rapat Pra TPM dan rapat TPM. Kasubdit Mutasi Hakim Ditjen Badilag, Sunarto, menyatakan bahwa mutasi kali ini akan diprioritaskan kepada para hakim yang terakhir kali dimutasi pada tahun 1998 ke bawah. “Pada mutasi tahap II ini anggaran yang tersisa kurang lebih Rp 3 miliar,” ungkap Sunarto, Senin (26/9/2011). Sebagaimana diketahui, pada tahap I, Agustus lalu, sebanyak 597 hakim di lingkungan peradilan agama mendapat mutasi/promosi jabatan. Hal itu berdasarkan surat Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Nomor 2688/DJA.2/KP.04.6/VIII/2011 tanggal 23 Agustus 2011 perihal Hasil Rapat TPM Mahkamah Agung RI. (silahkan klik disini). Ke-597 hakim itu dimutasi atau dipromosikan untuk menduduki posisi Ketua, Wakil Ketua, maupun hakim di Pengadilan Agama/Mahkamah Syar'iyah dan Pengadilan Tinggi Agama/Mahkamah Syar'iyah Aceh. Selain itu, ditetapkan pula nama-nama hakim yang akan mengisi jabatan Ketua, Wakil Ketua, dan hakim di 16 Pengadilan Agama yang baru dibentuk berdasarkan Kepres Nomor 3 Tahun 2011. Sunarto menyatakan, saat ini banyak jabatan yang kosong, terutama untuk posisi Ketua dan Wakil Ketua pengadilan tingkat pertama. “Jumlahnya sekitar 150 orang,” ujarnya.
|
|
|
Seleksi Calon Ketua PA, Badilag akan Gelar Fit and Proper Test |
|
Written by Radja Alkasim
|
|
Jumat, 30 September 2011 |
Seleksi Calon Ketua PA, Badilag akan Gelar Fit and Proper Test Jakarta l badilag.net Dalam waktu dekat, Ditjen Badilag akan menyelenggarakan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) untuk menjaring calon ketua pengadilan tingkat pertama di lingkungan peradilan agama. “Fit and proper test ini untuk PA-PA Kelas IA tertentu,” ujar Kasubdit Mutasi Hakim, Sunarto, kemarin (26/9/2011). Yang termasuk dalam kategori PA Kelas IA tertentu adalah seluruh PA di wilayah Jakarta, PA Bandung, PA Semarang, PA Yogyakarta, PA Surabaya, PA Mataram, PA Makassar dan PA Medan. Kebijakan ini mengacu kepada SK Ketua MA Nomor 140/KMA/SK/VII/2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Fit and Proper Test Bagi Calon Pimpinan Pengadilan Tingkat Pertama, Hakim Pengadilan Tingkat Banding 4 (empat) Lingkungan Peradilan di Bawah MA-RI dan SK Ketua MA Nomor 141/KMA/SK/VII/2010 tentang Pembentukan Tim Penguji Fit and Proper Test bagi Calon Pinpinan Pengadilan Tingkat Pertama, Hakim dan Pimpinan Tinggkat Banding 4 (empat ) Lingkungan Peradilan di Bawah MA-RI. Adapun materi fit and proper test adalah uji kemampuan di bidang teknis hukum serta kemampuan di bidang manajerial dan administrasi. Sunarto menuturkan, mereka yang berhak mengikuti fit and proper test adalah para Wakil Ketua PA/MSy kelas IA. Tetapi jika tidak mencukupi, maka para Ketua PA/MSy Kelas IB pun punya peluang yang sama.
|
|
|
Paparan Dirjen dalam Diklat Manajemen Peradilan |
|
Written by Radja Alkasim
|
|
Jumat, 30 September 2011 |
Dirjen Badilag di Hadapan Peserta Diklat Manajemen Peradilan: Komitmen Pimpinan, Faktor Penentu Perubahan Megamendung l Badilag.net “Perubahan menuju peradilan Indonesia yang agung akan tercapai jika komitmen pimpinan peradilan seluruh Indonesia terhadap perubahan ini kuat dan konsisten”. Itulah salah satu kata kunci yang disampaikan Dirjen Badilag Mahkamah Agung, Wahyu Widiana, di depan para peserta Diklat Manajemen Peradilan, yang diikuti 25 orang pimpinan pengadilan tingkat pertama dari keempat lingkungan peradilan, kemarin (26/9) siang, di kampus Diklat Mahkamah Agung, Mega Mendung, Bogor. Dirjen menyatakan jika pimpinan pengadilan mempunyai komitmen yang kuat, maka seluruh ‘gerbong’ pengadilan akan terbawa. “Pimpinan sangat berperan kuat dalam mempengaruhi seluruh aparat dalam melakukan perbaikan-perbaikan di lingkungan masing-masing”, tegasnya. Oleh karena itu, sebagai pejabat di Mahkamah Agung, Dirjen minta seluruh pimpinan dari keempat lingkungan peradilan agar mempunyai perhatian yang besar dalam melaksanakan program-program pembaruan yang telah dicanangkan dan digodok di Mahkamah Agung. “Tanpa perhatian dan keterlibatan secara langsung dari para pimpinan di daerah, program pembaruan Mahkamah Agung tidak akan berjalan lancar”, Dirjen mengingatkan.  Dari kiri : Dr. Tin Zuraida, SH., M.Kn., Kepala Pusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan, Dr. H. Syarifuddin, SH., MH., Pymt Kepala Balitbang Diklat Kumdil, IG Agung Sumanatha, SH., MH., Kepala Pusdiklat Teknis Kumdil, saat pembukaan. Pimpinan Harus Menjadi Teladan Komitmen yang kuat dari pimpinan, kata Dirjen, akan menjadikan seluruh aparat pengadilan bergerak melakukan perbaikan-perbaikan. Syaratnya satu, katanya lagi, “pimpinan harus menjadi teladan”. Pimpinan harus menjadi orang yang pertama dan berdiri paling depan dalam menegakkan disiplin, melakukan perubahan dan meninggalkan paradigma lama yang tidak sesuai dengan jiwa perubahan. “Kalau pimpinan sudah menjadi teladan, maka hakim, aparat lainnya dan seluruh pegawai akan dengan mudah mengikuti jejak pimpinannya”, tegasnya lagi.
|
|
|
48 Orang Calon Peserta Diklat Ekonomi Syari'ah ke Arab Saudi Jalani Tes Wawancara |
|
Written by Radja Alkasim
|
|
Jumat, 30 September 2011 |
Calon Peserta Diklat Ekonomi Syari'ah ke Arab Saudi Jalani Tes Wawancara Jakarta | badilag.net Sebanyak 48 orang Hakim Peradilan Agama calon peserta diklat ekonomi syari'ah di Universitas Ibnu Sa'ud Arab Saudi menjalani tes wawancara yang diselenggarakan di dua tempat yaitu Ditjen Badilag dan PTA Surabaya. Mereka diuji langsung oleh DR. Abdurrahman Bin Salamah al-Muzaiyani, Direktur Ma’had Ali Li Qodho’, Universitas Muhammad Ibnu Saud. Sebelumnya pada hari Kamis dan Jum'at, tanggal 23 dan 24 September, sebanyak 34 peserta telah menjalani tes di Ditjen Badilag, sedangkan sisanya menjalani tes di PTA Surabaya pada hari Sabtu tanggal 25 September. (klik disini untuk melihat link beritanya)  Teknis pelaksanaan wawancara adalah para peserta dipanggil satu persatu untuk masuk ke ruang tes, dimana disana telah menunggu DR. Abdurrahman Bin Salamah al-Muzaiyani sebagai penguji didampingi oleh seorang staf khusus Dirjen, Nasich Salam. Dalam wawancara yang berlangsung sekitar 5-10 menit, mereka ditanya seputar pemahamannya tentang perkembangan hukum Islam menggunakan bahasa bahasa Arab. Banyak dari mereka setelah dilakukan tes merasa gembira, hal itu bisa dilihat dari raut mukanya. Namun ada juga diantara mereka yang merasa kwatir. "Bagaimana hasilnya tadi, mumtaz?" tanya salah seorang peserta kepada rekannya yang telah selesai diwawancara.
|
|
|