|
MA Indonesia dan MA Sudan |
|
Written by ovaL
|
|
Rabu, 16 November 2011 |
MA Indonesia dan MA Sudan Matangkan Konsep MoU 
Jakarta l Badilag.net Sehari setelah tiba di Indonesia, delegasi Mahkamah Agung Sudan meluncur ke Gedung Mahkamah Agung RI untuk mematangkan draft nota kesepahaman (memory of understanding/MoU). Di Ruang Kusumaatmaja, Selasa (15/11/2011) pagi, kedua belah pihak membahas draft MoU yang rencananya akan ditandatangani Ketua MA RI dan Ketua MA Sudan pada Kamis depan. Pihak MA RI dipimpin oleh hakim agung sekaligus Koordinator Tim Pembaruan Prof Dr Paulus E Lotulung. Anggota timnya adalah hakim agung Prof Dr Abdul Ghani Abdullah, Dirjen Badilag Wahyu Widiana, Kabag Sekretaris Pimpinan MA Dr Hasbi Hasan, dan perwakilan dari Kementerian Luar Negeri. Sementara itu, pihak MA Sudan dipimpin oleh Wakil Ketua MA Sudan Dr Abdurrahman Asy-Syarfi dengan anggota Kepala Sekretariat Pimpinan Dr Ali Abdullah dan perwakilan Dubes Sudan.
|
|
Last Updated ( Rabu, 16 November 2011 )
|
|
|
Written by ovaL
|
|
Senin, 14 November 2011 |
Organisasi PBB Tertarik Bekerjasama dengan Badilag 
Jakarta l Badilag.net Sebuah organisasi di bawah PBB yang bergerak di bidang populasi dan kependudukan, United Nations Population Fund (UNFPA), menyatakan ketertarikannya untuk bekerjasama dengan Ditjen Badilag. Dua perwakilan UNFPA, Martha Santoso Ismail dan Ramot Nurlela Aritonang, Jumat (11/11/2011), menemui Dirjen Badilag Wahyu Widiana di ruang kerjanya untuk membicarakan hal itu. Keduanya didampingi Husein Muhammad dan Marzuki Wahid dari Rahima Institute. “Kami ingin mengadakan kerjasama dalam hal penguatan hak-hak perempuan di peradilan agama,” ujar Martha. Ia mengungkapkan, UNFPA merupakan organisasi yang sudah ada di Indonesia sejak 1972. Awalnya, UNFPA memfokuskan diri pada family planning atau di sini lebih dikenal dengan istilah Keluarga Berencana. Kemudian organisasi ini melebarkan sayapnya pada masalah kesehatan reproduksi. “Saat ini kami mengembangkan women crisis center di sejumlah pesantren di Indramayu, Cirebon, Tasikmalaya, dan beberapa daerah lain,” ujarnya. Di samping itu, UNFPA juga mengikat kerjasama dengan Komnas Perempuan dan pelbagai LSM yang konsen pada masalah perempuan. Ramot Nurlela Aritonang menambahkan, UNFPA sedang sedang menjajaki kerjasama dengan Polri, Kejaksaan Agung, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Sosial. “Kami juga bekerjasama dengan BP4 dalam hal penguatan hak-hak perempuan,” ungkapnya. Khusus di lingkungan Mahkamah Agung, UNFPA telah mengadakan kontak dengan Balitbang Diklat Kumdil. Dengan demikian, Badilag adalah organisasi di bawah MA kedua setelah Balitbang Diklat Kumdil yang digandeng UNFPA.
|
|
Last Updated ( Senin, 14 November 2011 )
|
|
|
Written by ovaL
|
|
Kamis, 10 November 2011 |
"Badilag Sukses Gelar Fit and Proper Test"  Wakil ketua MA Bidang Non Yudisial dan Tuada Pembinaan sedang menguji para peserta fit and proper test. Jakarta l Badilag.net Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap para calon Ketua Pengadilan Agama Kelas IA Ibu Kota tertentu berhasil digelar Ditjen Badilag, Rabu (9/11/2011). Sebanyak 31 peserta diuji untuk menjadi pimpinan di 13 pengadilan. “Ini fit and proper test pertama yang kita selenggarakan. Alhamdulillah, dapat berjalan lancar,” ujar Dirjen Badilag Wahyu Widiana. Fit and proper test yang digelar di Hotel Alila, Jakarta, ini semula direncanakan akan diikuti 33 peserta, tapi dua peserta tidak hadir karena sedang menjalankan ibadah haji. Ke-31 peserta itu terdiri dari 12 Wakil Ketua PA Kelas IA, 13 Ketua Kelas IB dan 6 Wakil Ketua PA Kelas IB. Mereka berusia di bawah 52 tahun. Yang termasuk dalam 13 Kelas IA ibu kota tertentu adalah PA Medan, PA Palembang, PA Jakarta Pusat, PA Jakarta Selatan, PA Jakarta Utara, PA Jakarta Timur, PA Jakarta Barat, PA Bandung, PA Semarang, PA Yogyakarta, PA Surabaya, PA Mataram, dan PA Makassar. Delapan orang bertindak sebagai penguji. Mereka terbagi menjadi tiga. Penguji pertama terdiri dari Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial Ahmad Kamil, Ketua Muda Pembinaan Widayatmo Sastro Hardjono, dan Hakim Agung Prof Abdul Manan. Penguji kedua terdiri dari Ketua Muda Uldilag Andi Syamsu Alam, Ketua Muda Pengawasan Hatta Ali, dan Hakim Agung Habiburrahman. Sementara itu, penguji ketiga adalah Dirjen Badilag Wahyu Widiana dan seorang praktisi Kadi Sastrowiyono. Penguji pertama dan kedua fokus pada masalah kepribadian (visi, misi, wawasan), manajemen atau kepemimpinan dan pedoman perilaku hakim. Di samping itu, mereka juga memfokuskan diri pada kemampuan teknis hukum dan administrasi peradilan. Sementara itu, sebagai penguji ketiga, Dirjen Badilag Wahyu Widiana menekankan pada teknologi informasi (TI) dan Kadi Sastrowiyono pada bahasa Arab (bahsul kutub). Mekanismenya, peserta dengan nomor urut 1 sampai 15 menghadap penguji pertama. Sedangkan peserta dengan nomor urut 16 sampai 31 menghadap penguji kedua. Setelah itu, seluruh peserta bergiliran menghadap penguji ketiga.
|
|
Last Updated ( Jumat, 11 November 2011 )
|
|
|
Menyambut Kunjungan MA Sudan |
|
Written by ovaL
|
|
Kamis, 10 November 2011 |
"Badilag Siap Menyambut Kunjungan MA Sudan" Jakarta l Badilag.net Ditjen Badilag sedang mempersiapkan diri untuk menyambut kunjungan Ketua Mahkamah Agung Sudan dan rombongannya. Direncanakan, kunjungan itu berlangsung selama sepekan, mulai 14 hingga 20 November 2011. “Kita perlu mempersiapkan diri. Ini sangat berkaitan dengan kepentingan kita, karena selama ini kita yang banyak kerjasama dengan mereka, misalnya dalam hal pelatihan hakim,” ujar Dirjen Badilag Wahyu Widiana di hadapan para pejabat eselon II dan III Ditjen Badilag, beberapa hari lalu. Secara teknis, menurut Dirjen, penyambutan tamu istimewa itu merupakan tanggung jawab Sekretaris MA. Meski demikian, banyak pihak akan dilibatkan untuk mengurus berbagai hal, mulai surat-menyurat, keprotokolan, transportasi, kemananan, hingga dokumentasi. Agenda utama kunjungan MA Sudan ialah penandatanganan Memory of Understanding (MoU) dengan Mahkamah Agung RI. Selain pendantanganan MoU, serangkaian acara telah diagendakan. Rombongan MA Sudan dijadwalkan akan bertolak ke Balitbang Diklat Kumdil di Mega Mendung, Bogor. Di sana, Ketua MA Sudan akan memberikan kuliah umum di hadapan peserta diklat calon hakim. Acara kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon. Rombongan MA Sudan juga akan mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah. Agar lebih mengenal Indonesia, di sana para tamu agung itu akan mengunjungi anjungan-anjungan nusantara. Berikutnya, para tamu dari Afrika Utara itu akan meninjau pelbagai fasilitas di Gedung MA, mulai dari information desk, server, hingga masjid. Sasaran kunjungan selanjutnya adalah Gedung Sekretariat MA, termasuk Ditjen Badilag yang berada di lantai 6. Sebelum kembali ke Sudan, mereka juga akan meluncur ke Bandung. Tempat-tempat yang akan dikunjungi adalah Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, dan Museum Konferensi Asia-Afrika.
|
|
|