Kesebelasan Peradilan Agama Selesai dari mushola, tadi pagi, saya langsung membuka internet. Ingin memberi tahu Cholil, tentang jadwal kunjungan saya ke Australia akhir bulan November 2011 ini. Cholil adalah panggilan saya kepada Achmad Cholil, hakim muda kita, yang sejak tiga bulan lalu sedang tugas belajar di Australia. Dia ngambil program Master of Laws, pada Melbourne Law School, The University of Melbourne. Sebelum saya menulis email, saya buka lagi email dia yang dikirimkan beberapa hari lalu kepada saya. Saya baca ulang kalimat demi kalimat yang dia tulis. Saya jadi ingat duapuluhan tahun lalu, waktu saya sekolah di Michigan. Orang seperti Cholil memang menggembirakan banyak orang, termasuk orang tua, keluarga dan para pengasuhnya. Saya termasuk “orang tua” yang dekat dengannya dan yang ikut digembirakan olehnya. Bagi saya, dia adalah salah satu harapan. Harapan untuk ikut membawa dan mewarnai peradilan agama di masa depan. Ketika saya mulai bertemu dia, dua tahun lalu di gedung PA Maninjau, sejak itu saya sudah tertarik padanya. Dia menjelaskan situsweb PA Maninjau di mana dia menjadi salah satu adminnya. Saya juga melihat saat itu, ketrampilan dia dalam berteknologi dan berbahasa Inggris sangat menonjol. Sepulang dari PA Maninjau, saya bicarakan dengan kawan-kawan di Badilag. Mereka setuju, dia dipindah ke PA Pandeglang untuk diperbantukan di Badilag sebagai staf Dirjen dalam menangani kerjasama luar negeri, terutama kerjasama dengan negara-negara barat. Banyak yang telah dia perbuat, khususnya dalam upaya meng”go-international”kan peradilan agama. Di samping membantu saya berkomunikasi dan menata kerjasama internasional, dia juga bertugas dalam mengelola “English Meeting Club” dan badilag.net versi bahasa Inggris.
|