|
Written by ovaL
|
|
Kamis, 08 Desember 2011 |
Publikasi Putusan, Siapa Paling Dominan? Jakarta l Badilag.net Surat elektronik itu datang Selasa (6/12/2011) siang. Terdiri dari empat halaman, salah satu isi e-mail itu ialah mengenai hasil pemantauan terhadap jumlah putusan yang diunggah di Direktori Putusan Mahkamah Agung RI. Pengirim surat, Rachmadi Suhamka, SH, menyebutkan bahwa hingga 25 November 2011, putusan yang diunggah PTA Surabaya dan 37 PA di bawahnya berjumlah 35.420. Terang saja, data yang disampaikan Panitera/Sekretaris PTA Surabaya itu cukup mengagetkan, mengingat secara keseluruhan, putusan dari lingkungan peradilan agama yang sudah terunggah di Direktori Putusan berjumlah sekitar 74 ribu. “Jadi, hampir separuh putusan yang di-upload di Direktori Putusan berasal dari wilayah Jawa Timur,” ujar Rachmadi Suhamka, melalui gagang telepon. Ya, sebagaimana beberapa bulan lalu, satker-satker di wilayah Jawa Timur memang masih mendominasi publikasi putusan. Hanya satker-satker di wilayah Jawa Barat yang agak mampu mengimbangi. Mari perhatikan lima besar pengadilan tingkat banding di lingkungan peradilan agama yang paling banyak mempublikasikan putusan di Direktori Putusan. Peringkat satu diduduki PTA Surabaya (1599 putusan), lalu disusul PTA Bandung (735), PTA Samarinda (181), PTA Semarang (174) dan PTA Banjarmasin (153). LIMA BESAR PTA PENGGUGAH PUTUSAN TERBANYAK o | Nama PTA |
Putusan terpublikasi | | 1. | Surabaya |
1599 | | 2. | Bandung | 735 | | 3. | Samarinda | 181 | | 4. | Semarang | 174 | | 5. | Banjarmasin | 153 | Bagaimana dengan pengadilan tingkat pertama? Lagi-lagi, PA-PA di wilayah Jawa Timur masih mendominasi. Dari 10 besar PA pengunggah putusan terbanyak, tujuh PA berasal dari Jawa Timur dan tiga PA berasal dari Jawa Barat. PA Tulungagung berada di ranking satu dengan 5206 putusan.
|
|
Last Updated ( Kamis, 08 Desember 2011 )
|
|
|
Written by ovaL
|
|
Kamis, 08 Desember 2011 |
Gerhana Bulan Total di Ujung Tahun 2011  ( Gerhana Total 16 Juni 2011 ) wordpres.com Gerhana Bulan Total ini akan terjadi pada hari Sabtu, 10 Desember 2011, bertepatan dengan 14 Muharram 1433 H. tepatnya pukul 19:45 WIB masyarakat Indonesia dapat menyaksikan peristiwa alam yang cukup langka, yakni gerhana bulan total (Total Lunar Eclipse). Ini adalah gerhana bulan total yang kedua setelah yang pertama (16 Juni 2011) di tahun ini. Gerhana ini terjadi saat keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi, dimana posisi bumi saat itu berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Pada gerhana kali ini masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikan peristiwa ini dengan jelas, dengan catatan apabila cuaca cerah dan tidak mendung, mengingat pada bulan Desember wilayah Indonesia telah memasuki musim penghujan. Berdasarkan kalender yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI dan Data Ephemeris Matahari dan Bulan tahun 2011, gerhana bulan kali ini dimulai pukul 19:45 WIB. dan berakhir pukul 23:17 WIB. sedangkan gerhana totalnya mulai pukul 21:06 WIB puncak gerhana total 21:32 WIB sampai dengan pukul 21:57 WIB. Pada saat terjadinya gerhana bulan total tersebut Warga Peradilan Agama dan Umat Islam pada umumnya dihimbau untuk melakukan shalat sunah gerhana bulan (shalat Khsuf) serta memperbanyak membaca takbir, istighfar dan shadaqoh.
|
|
|
Badilag Garap Sistem Informasi dan Laporan Perkara |
|
Written by ovaL
|
|
Kamis, 08 Desember 2011 |
Badilag Garap Sistem Informasi dan Laporan Perkara Online Secara Nasional
 Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Badilag, Drs. H. Sayed Usman, SH., MH (batik merah) didampingi Ketua Panitia (Irwansyah, SH., MH (kiri) serta Ervan Wirawan, SE (konsultan) dan Drs. Ahsan Dawi (Timnas Siadpa Plus) dalam pembukaan Evaluasi dan Pengembangan Siadpa Plaus Bandung | badilag.net (5/12/2011)
Ditjen Badilag sepertinya tiada henti berinovasi. Ada saja ide baru yang coba digagas untuk penyempurnaan pelayanan publik maupun peningkatan kinerjanya. Salah satunya adalah pembuatan sistem informasi dan laporan perkara online secara nasional.
Bertempat di Hotel Topas Galeria, Bandung, selama 9 hari penuh, tim yang dinamakan Tim Nasional Siadpa Plus Badilag mengadakan acara bertajuk Evaluasi dan Pengembangan Siadpa Plus. Acara yang diselenggarakan Direktorat Pembinaan Administrasi Peradilan Agama ini dihadiri oleh Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama, Drs. H. Sayed Usman, SH., MH, para Kasubdit, para Kasie, para pengarah serta timnas Siadpa Plus.
Menurut Ketua Penyelenggara yang juga ketua Timnas Siadpa Plus, Irwansyah, SH., MH, acara ini akan memberikan out put terbentuknya sebuah aplikasi sistem informasi perkara secara online. “Sistem Informasi Perkara Online ini akan berlaku secara nasional dan diharapkan menjadi standar secara nasional” Ujar Irwansyah dalam sambutannya.  Ketua Panitia didampingi para Ketua Komisi sedang memberikan arahan kepada anggota timnas siadpa
|
|
|
MA DAN KY GELAR SIDANG MKH |
|
Written by ovaL
|
|
Rabu, 07 Desember 2011 |
|
MA DAN KY GELAR SIDANG MKH DENGAN AGENDA PEMBACAAN PUTUSAN Jakarta – Humas, Demi terciptanya peradilan yang Agung, Selasa 6 Desember 2011 Mahkamah Agung RI dan Komisi Yudisial RI kembali melakukan sidang Majelis Kehormatan Hakim (MKH) dengan agenda lanjutan pembacaan putusan hakim PN. Bale Bandung JP, SH, MH., acara sidang di mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 10.10 WIB, kemudian di skors dan lanjut kembali pukul 11.30 sampai pukul 12.00 WIB, bertempat di Gedung Mahkamah Lt. II Ruang Wiryono. Sidang ini sesuai dengan Pasal 20 ayat (6) UU Nomor 48 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas UU No 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum jo Pasal 23 ayat (4) UU No 22 Tahun 2004 tentang Komisi Yudisial, menentukan bahwa sebelum Mahkamah Agung dan/ atau Komisi Yudisial mengajukan usul pemberhentian, hakim pengadilan mempunyai hak untuk membela diri di hadapan Majelis Kehormatan Hakim. Adapun susunan Majelis kehormatan Hakim terdiri dari :
1.Dr. H. Imam Soebechi, SH., MH. Hakim Agung Mahkamah Agung RI Sebagai Ketua Majelis Kehormatan Hakim. 2.Drs. Hamdan, SH., MH. Hakim Agung Mahkamah Agung RI sebagai Anggota Mejelis Kehormatan Hakim 3.Surya Jaya, SH., M.Hum. Hakim Agung Mahkamah Agung RI sebagai Anggota Mejelis Kehormatan Hakim 4.Imam Anshori Saleh, SH., M.Hum. Hakim Agung Mahkamah Agung RI sebagai Anggota Mejelis Kehormatan Hakim 5.Dr. Suparman Marjuki, SH., M.Si. Anggota Komisi Yudisial RI sebagai Anggota Mejelis Kehormatan Hakim 6.H. Abbas Said, SH., MH. Anggota Komisi Yudisial RI sebagai Anggota Mejelis Kehormatan Hakim 7.Dr. Taufiqurrohman Syahruri, SH., MH. Anggota Komisi Yudisial RI sebagai Anggota Mejelis Kehormatan Hakim Dibantu oleh Sekretaris Majelis Kehormatan Hakim Setiawan Hartono, SH., MH. (Inspektur Wilayah III Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI) Hakim JP, SH., MH dilaporkan dengan dakwaan menerima uang dari pelapor sebesar 125 juta. Atas tindakan tercelanya ini, majelis hakim menjatuhkan vonis berupa teguran tertulis, dikurangi tunjangan kinerja sebesar 75% selama 3 bulan.
|
|
|