|
Written by ovaL
|
|
Selasa, 24 Januari 2012 |
Waka MA Hargai Sumbangsih Perguruan Tinggi  Yogyakarta | badilag.net Dalam pidato kuncinya, Waka MA, Yang Mulia Dr. H. Ahmad Kamil, SH, M.Hum memberikan apresiasi kepada Dekan Fakultas Ilmu Agama Islam UII Yogyakarta, Dr.H.Dadan Muttaqien, S.H., M.Hum, atas terselenggaranya seminar nasional yang bertajuk “Mediasi dan Bantuan Hukum di Peradilan Agama”, di Ruang Prof. Muzakir, Sabtu (21/1).
“Inisiatif FIAI UII patut diberi apresiasi. Seminar ini merupakan wujud peduli perguruan tinggi terhadap program-program prioritas Mahkamah Agung,” ungkapnya.
Ahmad Kamil mengharapkan agar seminar nasional tersebut dapat melahirkan rekomendasi-rekomendasi penting untuk memajukan pelaksanaan mediasi dan bantuan hukum.
Seminar nasional yang dibuka langsung oleh Rektor UII Yogyakarta, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec dihadiri oleh sejumlah hakim PA di Jawa, pengacara, akademisi, KPA dan sejumlah KPTA. Nara sumber pada seminar ini adalah Hakim Agung, Yang Mulia Dr. H. Habiburrahman, S.H., S.I.P, M.Hum, Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, Panmud Perdata Agama MARI, Dr.Edi Riyadi,S.H., M.H, dan Dekan Fak. FIAI UII Yogyakarta, .H. Dadan Muttaqien, S.H., M.Hum,.
|
|
Last Updated ( Selasa, 24 Januari 2012 )
|
|
|
Written by oval
|
|
Senin, 23 Januari 2012 |
Dari Komentator Teraktif hingga 'Nyanyian' Pak Dirjen
+ Tanya nih Pak. Apakah tampil berita Pak Dirjen di acara forum diskusi Kejagung hari ini? - Acara baru saja selesai. + Baru selesai? Berarti sangat bagus dan luar biasa prosesi acaranya ya? - Ya. Begitulah cuplikan percakapan kami dengan seorang pembaca setia badilag.net melalui SMS, Rabu sore (11/1/2012). Pegawai sebuah Pengadilan Agama itu rupanya sudah tidak sabar ingin mengetahui perkembangan acara diskusi di Kejaksaan Agung yang menghadirkan Dirjen Badilag Wahyu Widiana sebagai narasumber. Beberapa hari sebelumnya, kami memang memuat berita mengenai agenda diskusi yang difasilitasi Justice for the Poor Project USAID itu. Dan sebagaimana biasanya, kami punya feeling, pembaca setia badilag.net itu akan menulis tanggapan di boks komentar. Ternyata dugaan kami tak meleset. Esok harinya, tak lama setelah berita berjudul “Di Kejaksaan Agung, Dirjen Badilag Membeber Rahasia Dapurnya” kami publikasikan, ia langsung menulis komentar. Hanya, kali ini ia gagal jadi “pertamax”. Komentarnya tidak nangkring di urutan pertama. Pembaca setia itu bernama Masrinedi. Pada tahun 2009 dan 2010, pegawai PA Painan itu menyabet predikat komentator teraktif. Tahun berganti, ternyata ia tetap menduduki posisi itu. Sepanjang 2011, 899 komentar dibuatnya. Dengan demikian, selama tiga tahun berturut-turut—meminjam istilah sepak bola—Masrinedi berhasil mencetak hattrick.
|
|
|
Anggaran Pengembangan Tenaga Teknis |
|
Written by ovaL
|
|
Jumat, 20 Januari 2012 |
Anggaran Pengembangan Tenaga Teknis Naik Hampir 400 Persen 
Disaksikan Sekretaris Ditjen Badilag Farid Ismail, Dirjen Badilag Wahyu Widiana menyerahkan pagu anggaran kepada Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama Purwosusilo. Jakarta l Badilag.net Pagu anggaran untuk peradilan agama tahun 2012 mengalami penurunan dibanding tahun 2011. Kendati demikian, khusus untuk kegiatan pengembangan tenaga teknis peradilan agama, terjadi kenaikan yang sangat drastis. Hal itu terungkap dalam acara Penyerahan Petunjuk Operasional Kegiatan atas DIPA Ditjen Badilag, Senin (16/1/2012). Acara ini dihadiri Dirjen Badilag, para pejabat II hingga eselon IV Ditjen Badilag. Tahun ini pagu anggaran untuk program peningkatan manajemen peradilan agama berjumlah Rp 127 miliar atau berkurang sekitar Rp 3 miliar dibanding tahun 2011 yang berjumlah Rp 130 miliar. Pagu anggaran sebesar itu untuk Ditjen Badilag dan seluruh pengadilan tingkat pertama dan tingkat banding di lingkungan peradilan agama.
|
|
|
Written by ovaL
|
|
Jumat, 20 Januari 2012 |
Hakim Agung dan Nicola Akan Hadir di EMC  Jakarta | badilag.net (19/1/2012) Setelah sukses mengundang sejumlah Native Speaker seperti David Sabin Anderson, Leisha Lister, Cate Sumber, Nenad Bago, Prof. Mark Cammack, Niklas Enander, Markus B Zimmner, dan lainnya, kali ini English Meeting Club milik Ditjen Badilag akan mengundang Yang Mulia Syamsul Ma’arif, SH, LLM, Ph.D dan Nicola Colbran. EMC yang kesembilan ini akan diselenggarakan di ruang rapat Ditjen Badilag pada tanggal 31 Januari 2012. Yang Mulia Syamsul Ma’arif, SH, LLM, Ph.D, yang mendapatkan gelar LLM dan Ph.D nya dari McGill University akan menyampaikan presentasinya tentang Access to Justice. Sementara, Nicola Colbran Direktur Program Kemitraan Australia-Indonesia untuk Keadilan (Australia Indonesia Partnership for Justice-AIPJ) akan mempresentasikan tentang akses terhadap keadilan bagi penyandang disabilitas. Kedua pembicara ini akan dipanelkan dan berdiskusi dengan sekitar 60 orang peserta EMC. Peserta EMC kali ini terbilang paling banyak dari EMC yang telah diselenggarakan sebelumnya. Peserta berasal dari wilayah PTA Padang, Bengkulu, Palembang, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Bandung, Semarang, Banjarmasin dan Makasar. Pada sesi kedua, para peserta EMC akan berkunjung ke World Bank.
|
|
|