|
Promosi dan Mutasi Pejabat Badilag |
|
Written by Yulia
|
|
Kamis, 10 Juni 2010 |
Dua Direktur dan Kasubdit Mutasi Hakim Badilag BergantiJakarta | badilag.net Promosi dan mutasi pejabat struktural Mahkamah Agung kembali bergulir. Di Ditjen Badilag, dua pejabat eselon II dan enam pejabat eselon III berganti. Mereka dilantik Sekretaris MA, Drs. H. Rum Nessa, MH, di Gedung MA, Selasa (25/5/2010). “Promosi dan mutasi ini berdasarkan keputusan rapat Baperjakat. Sekretaris MA kemudian meminta pertimbangan pimpinan MA. Ini adalah hasil pertimbangan Ketua MA,” ujar Rum Nessa, ketika memberi sambutan. Di tingkat eselon II Badilag, posisi Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama kini diduduki H. Sayed Usman, SH. Dia menggantikan Drs. H. Hidayatullah MS, MH, yang kini mendapat jabatan baru sebagai Direktur Pranata dan Tata Laksana Perkara Perdata Agama. Di level eselon III, posisi Kasubdit Mutasi Hakim dipercayakan kepada Sunarto, SH, MH. Dia berganti posisi dengan Arjuna, SH, MM, yang kini menjadi Kasubdit Pengembangan Tenaga Teknis Peradilan Agama.
Suasana pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dipandu Sekretaris MA. Masih di level eselon III, terjadi promosi-mutasi yang menyerupai pola segi empat. Drs. H. Razali M Yusuf, MM sekarang menjadi Kasubdit Syariah. Dia menggantikan Drs. Yusrizal, MH yang mendapat jabatan baru sebagai Kasubdit Peninjauan Kembali Perdata Agama. Yusrizal menggeser posisi Iis Nawangsari, SH yang kini ditempatkan sebagai Kasubdit Kasasi Perdata Agama. Posisi Iis ini sebelumnya diduduki Umiyati, SH, yang kini menjabat Kasubdit Tata Kelola—posisi yang sebelumnya ditempati Razali M Yusuf. Sementara itu, H. Hasanuddin, SH., MH. yang sebelumnya menjabat Kepala Seksi Sarana Kerja pada Subdit Tata Kelola Ditjen Badilag, sekarang menduduki jabatan baru sebagai Kabag TU Biro Umum BUA MA-RI dan Hj. Jamilah Hanum, SH., MM. sekarang menempati posisi baru sebagai Kasubdit Kasasi Pidana Khusus, Ditjen Badan Peradilan Umum. Sebelumnya Hj. Jamilah Hanum, SH., MM. menduduki posisi sebagai Kasi Penelaahan Berkas Perkara PK. |
|
Last Updated ( Kamis, 10 Juni 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by rizal
|
|
Kamis, 10 Juni 2010 |
Pembinaan sistem akuntansi instansi (SAI)DALAM RANGKA AKURASI DATA SAKPA - SIMAK BMN
Pangkalpinang | pta-babel.net Dalam rangka upaya peningkatan pelaporan keuangan Mahkamah Agung RI, Biro Keuangan Badan Urusan Administrasi MA-RI mengadakan kegiatan Pembinaan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yang dilaksanakan di Hotel Bumi Asih Pangkalpinang pada tanggal 9 -11 Juni 2010. Kepala Biro Keuangan Badan Urusan Administrasi MA-RI Dermawan S. Djamian, SH. MH. CN. dalam laporannya mengatakan, Rangkaian kegiatan ini dalam rangka memenuhi target Mahkamah Agung yang selama ini dinyatakan disclaimer. sebelumnya kegiatan ini dilaksanakan juga di Ambon, Maluku Utara dan Batam. Tujuan dilaksanakanya kegiatan ini untuk memantapkan kemampuan para operator dalam rangka menyusun laporan keuangan yang akurat.  Untuk wilayah Bangka Belitung laporan keuangan cukup baik dan terus harus lebih baik karena Mahkamah Agung menargetkan untuk tahun 2010 ini laporan keuangan kita tidak boleh lagi disclaimer paling tidak berubah menjadi wajar tanpa pengecualian.Untuk itu diminta kepada para operator harus lebih disiplin dan bertanggungjawab dalam pelaporan keuangan nya, tegas Sekretaris Mahkamah Agung Drs. H. M. Rum Nessa, SH., MH. dalam kata sambutannya.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Direktorat Akutansi dan Pelaporan Keuangan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan. Dan kegiatan ini dibebankan pada DIPA Badan Urusan Administrasi MA-RI Tahun Anggaran 2010. (sis*) |
|
|
Penutupan Anonimisasi Putusan di Bandung |
|
Written by rizal
|
|
Selasa, 08 Juni 2010 |
Target Terlampaui, 3650 Putusan Berhasil Dianonimisasi
Bandung l Badilag.net  Aria Suyudi menutup workshop Tidak sia-sia Ditjen Badilag Mahkamah Agung dan IAJPT (Indonesia Australia Justice Partnership Transition) menggelar workshop anonimisasi putusan selama tiga hari di Bandung, pekan lalu. Sebanyak 3650 putusan tahun 2007-2009 berhasil dianonimisasikan. Para peserta juga telah melakukan penamaan file sesuai standar yang ditetapkan. Tidak hanya itu, mereka juga telah menyusun meta data yang berisi rincian putusan yang identitas para pihaknya telah dikaburkan. “Selamat kepada panitia dan peserta yang telah menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” kata Aria Suyudi, pelaksana program dari Tim Pembaruan MA, pada acara penutupan, Jumat (4/6/2010). Secara khusus, Aria menyampaikan apresiasinya terhadap para peserta dari pusat data kepaniteraan dan operator Tim E Mahkamah Agung. Keseluruhan, mereka berhasil menganonimisasi 160 putusan. Kegiatan anonimisasi putusan peradilan agama ini melibatkan peserta dari seluruh Indonesia. Mereka adalah perwakilan dari seluruh pengadilan tingkat banding, ditambah peserta dari kepaniteraan MA yang sehari-hari menangani administrasi perkara perdata agama di tingkat kasasi. |
|
Read more...
|
|
|
Soft Copy Putusan Termasuk Dokumen Negara yang Harus Dijaga |
|
Written by rizal
|
|
Selasa, 08 Juni 2010 |
Soft Copy Putusan Termasuk Dokumen Negara yang Harus Dijaga Dirjen Badilag dengan didampingi Asep Nursobah, S.Ag. dan Haemiwan Fathoni : Perhatikan juga hal-hal non teknis dalam proses publikasi putusan.Satu masalah krusial berhasil teridentifikasi dalam workshop tentang anonimisasi putusan di Bandung, pekan kemarin. Selama ini, di samping masih ada kelemahan dalam hal melakukan anonimisasi, juga masih sering didapati penyimpanan soft copy putusan yang tercerai berai. Akibatnya, putusan tersebut susah dilacak keberadaannya sehingga menghambat proses anonimisasi dan publikasi putusan. Dirjen Badilag Wahyu Widiana menyebut masalah ini sebagai masalah non-teknis. Disebut demikian karena secara teknis, anonimisasi dan publikasi putusan telah diatur dalam SK KMA 144/2007 tentang Keterbukaan Informasi di Pengadilan. Penataan file putusan tidak disinggung-singgung di SK yang ditandatangani Prof Bagir Manan tersebut. “Dalam hal publikasi putusan, masalah anonimisasi mungkin sederhana, tapi ada masalah non-teknis di luar anonimisasi. Misalnya, kesulitan mencari file atau soft copy. Ini harus diatasi lebih dulu,” seru Dirjen Badilag. |
|
Read more...
|
|
|