|
Badilag Tidak Mempersulit Tenaga Teknis Yang Akan Mutasi Jakarta | badilag.net (04/02) Banyak keluhan yang dialami tenaga teknis peradilan agama terkait mutasi, terutama bagi yang telah lama bekerja di satu satker namun tidak pernah mendapatkankan mutasi. Oleh karena itu, mereka beranggapan bahwa Ditjen Badilag selama ini kurang memperhatikan dan bahkan terkesan mempersulit proses mutasi. Ketika ditemui redaktur badilag.net di ruang kerjanya Jum'at siang (03/02), terkait keluhan tersebut Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama, Purwosusilo membantahnya. “Kita tidak mempersulit mereka, kalau memang memenuhi syarat akan kita pertimbangkan untuk mendapatkan mutasi atau promosi” bantah Purwosusilo. Dia beralasan mengapa dahulu sebelum satu atap dengan Mahkamah Agung dan bahkan sampai sekarang masih banyak ditemukan tenaga teknis peradilan agama yang telah lama berada di satu satker tetapi belum dimutasi, hal tersebut selain belum adanya database yang akurat yang dimiliki oleh Ditjen Badilag juga menyangkut anggaran yang dialokasikan untuk mutasi yang masih sangat kecil. “Kita selama ini memang dianggap melakukan pola mutasi “obat nyamuk” atau “tingkat RT”, namun setelah satu atap secara bertahap pola tersebut akan kita tinggalkan dengan adanya anggaran yang besar untuk itu,” ungkap Purwosusilo kedi ruang kerjanya “Itu akan menjadi “PR” yang besar bagi Ditjen Badilag untuk menyelesaikannya,” lanjutnya. Menurutnya, selain memprioritaskan untuk melakukan mutasi terhadap tenaga teknis angkatan tahun 2008 kebawah, pada tahun 2012 ini Badilag juga akan mempertimbangkan mereka yang berada di satker yang jauh dan terpencil. “Kita juga akan memperhatikan mereka yang telah lama di satker yang sulit dijangkau untuk segera dipindahkan ke satker yang lebih baik,” Purwosusilo berjanji.
|